Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelontorkan bantuan untuk warga yang menjalani isoman. Dokumentasi/ Humas Pemkot Malang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelontorkan bantuan untuk warga yang menjalani isoman. Dokumentasi/ Humas Pemkot Malang.

1.634 Pasien Covid-19 di Kota Malang Menjalani Isoman

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat
Daviq Umar Al Faruq • 22 Juli 2021 16:24
Malang: Sebanyak 1.634 orang warga Kota Malang, Jawa Timur, menjalani isolasi mandiri (isoman) lantaran terpapar covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat data tersebut bersifat fluktuatif karena setiap harinya terdapat pasien yang telah selesai isoman maupun baru.
 
"Pasien isoman di Kota Malang, untuk saat ini, masuk dalam catatan terkonfirmasi positif dengan swab PCR. Jumlahnya 1.634 orang. Kalau berdasarkan hasil PCR, data masuk ke all record itu," kata Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Kamis, 22 Mei 2021.
 
Baca:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelontorkan bantuan untuk warga yang menjalani isoman. Total sebanyak 1.500 paket sembako yang akan dibagikan kepada mereka.
 
Rinciannya 1.250 paket akan didistribusikan ke lima kecamatan di Kota Malang, dengan masing-masing kecamatan mendapat 250 paket sembako. Sedangkan 250 paket sisanya akan diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang.
 
"Siapapun yang nanti isolasi mandiri, nanti akan mendapatkan bantuan dari kita," jelas Wali Kota Malang, Sutiaji.
 
Sutiaji menjelaskan bahwa dana bantuan berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. Serta dari Gerakan Seribu yang dilakukan oleh ASN serta CSR (Corporate Social Responsibility) yang terkumpul di Pemkot Malang.
 
"Itu untuk back up teman-teman kita yang isolasi mandiri," jelasnya.
 
Selanjutnya terkait pendataan warga yang sedang menjalani isoman, Sutiaji akan melakukan pemantauan melalui data dari RT/RW. Menurutnya ini menjadi kekuatan tersendiri, mengingat RT/RW melaksanakan pembaruan data lewat Tangguh Informasi ketika menjalankan PPKM Mikro.
 
"Ini tetap basicnya menguatkan RT/RW. Data itu saya lebih fokus nanti; RT/RW tahu, yang divaksin dan belum divaksin berapa jumlah warganya, yang dapat sumbangan, yang isolasi mandiri berapa, yang tidak dapat dari bantuan sosial berapa. Jadi kami updating dari RT/RW itu," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif