Bupati Halikinnor saat Safari Ramadan di Kecamatan Parenggean, Selasa, 20 April 2021. ANTARA/ HO-Pemkab Kotim
Bupati Halikinnor saat Safari Ramadan di Kecamatan Parenggean, Selasa, 20 April 2021. ANTARA/ HO-Pemkab Kotim

Pemkab Kotim Beri Kelonggaran Angkutan Pelabuhan Sampit

Nasional transportasi pandemi covid-19
Antara • 21 April 2021 06:46
Sampit: Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali memberi kelonggaran bagi angkutan dari dan menuju Pelabuhan Sampit untuk beroperasi normal. Kebijakan tersebut guna menjaga pasokan logistik selama bulan Ramadan.
 
"Kemarin saya sudah memanggil KSOP, Pelindo dan Kadishub. Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang maka saya berikan kelonggaran dulu selama bulan puasa ini," kata Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, di Parenggean, Selasa, 20 April 2021.
 
Baca: Herman Deru Resmikan 46 Infrastruktur di Musi Rawas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan keputusan ini menjawab polemik terkait kebijakan larangan truk dan kendaraan berat masuk melintasi jalan-jalan dalam Kota Sampit mulai 13 April lalu.
 
Kebijakan itu berdampak pada distribusi logistik karena truk dan kendaraan angkutan barang harus melintasi jalan dalam kota saat menuju maupun dari Pelabuhan Sampit.
 
Dinas Perhubungan sempat memberikan solusi dengan pembatasan muatan hanya 50 persen dari kapasitas kendaraan serta pengaturan waktu melintas pada pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB, namun opsi itu dinilai belum menjadi penyelesaian terbaik karena tetap menimbulkan biaya tinggi.
 
Menurutnya imbas kondisi itu mulai meluas karena selain pasokan barang berkurang, kenaikan harga juga mulai terjadi. Pengangkutan barang sempat dialihkan ke Pelabuhan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat dan imbasnya adalah PT Dharma Lautan Utama memutuskan menghentikan sementara kapal mereka yang selama ini melayani kendaraan barang dari Semarang dan Surabaya menuju Pelabuhan Sampit.
 
Halikinnor menjelaskan kebijakan yang dibuat pemerintah daerah bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak, yakni menjaga kondisi jalan-jalan di dalam Kota Sampit agar tidak cepat rusak.
 
"Seperti beberapa waktu lalu masyarakat protes karena Jalan Kapten Mulyono, Pelita Barat dan HM Arsyad rusak parah akibat banyak dilalui truk dan kendaraan berat yang umumnya dari dan hendak ke Pelabuhan Bagendang," jelasnya.
 

 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif