Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt. (ANTARA/HO-Humas Polda Kepri)
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt. (ANTARA/HO-Humas Polda Kepri)

Dugaan Penganiayaan Siswa SMK Penerbangan Batam Diselidiki

Nasional Penganiayaan Kekerasan Kekerasan di Sekolah
Antara • 20 November 2021 19:32
Batam, 20/11 (ANTARA) - Direktorat Reskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri) mulai menyelidiki terkait dugaan tindakan penganiayaan terhadap siswa di SMK Penerbangan di Kota Batam yang belakangan viral. Penyelidikan kasus ini berdasarkan laporan polisi nomor : LP-B / 138 / XI/2021/SPKT-Kepri, tanggal 19 November 2021.
 
"Ini merupakan bentuk respon cepat dari kita dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan yang terjadi di SMK tersebut," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, di Batam, Sabtu, 20 November 2021.
 
Menurutnya ada lima siswa dari SMP Penerbangan Batam yang jadi korban. Yakni berinisial IN umur 17 Tahun, Inisial SA 18 tahun, RA 17 tahun, GA 17 tahun dan Inisial FA 17 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Miris, KPAI: Leher Siswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara Dirantai Seperti Binatang
 
Saat ini, katanya, penyidik terus bekerja dan melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara, para korban mendapatkan kekerasan sejak kelas 1 hingga kelas 3, lantara dianggap melakukan pelanggaran. 
 
Beberapa perlakuan yang dialami korban seperti kekerasan verbal, kekerasan fisik termasuk juga kekerasan menggunakan rantai. Menyikapi hal ini, Direktorat Reskrimum Polda Kepri sudah melayangkan surat untuk permintaan visum et repertum, serta melakukan penyitaan terhadap dokumen foto korban saat dirantai.
 
Direktorat Reskrimum Polda Kepri sudah melayangkan surat untuk permintaan visum et repertum. Kemudian juga sudah turun ke lokasi serta melakukan penyitaan terhadap dokumen foto korban saat dirantai.
 
″Terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi ini diterapkan juga Pasal 80 Jo pasal 76 huruf C Undang-undang no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak, di samping itu juga penyidik akan menerapkan Pasal 354 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," bebernya. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif