Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil saat membagikan 3.500 Sertifikat PTSL di Banten. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil saat membagikan 3.500 Sertifikat PTSL di Banten. (Foto: Medcom.id/Hendrik)

126 Juta Bidang Tanah Belum Bersertifikat

Nasional pertanahan
Hendrik Simorangkir • 16 Januari 2020 16:24
Tangerang: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyebut sebanyak 126 juta bidang tanah di Indonesia belum bersertifikat. Pemerintah tengah berupaya melakukan sertifikasi agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
 
"Tahun ini kami targetkan 12 juta bidang tanah untuk disertifikasi. Terbanyak di Jawa. Karena di Jawa kan orangnya banyak, tanahnya kecil," ujarnya, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Sofyan menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) rampung pada 2025. "Capaian beberapa tahun ke belakang sangat memuaskan. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya, kami hanya mampu melakukan sertifikasi tanah pada angka di kisaran 500 ribu bidang tanah," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Banten, Andi Tanri Abeng, menambahkan, dari sekitar empat juta bidang tanah di Banten, hanya tersisa 30 persen atau 1,2 juta tanah yang belum bersertifikat. Terbanyak di Kota Serang.
 
"Kami sedang melakukan pemetaan. Saya menargetkan selesai pada 2023," jelas dia.
 
Dalam kunjungannya di Serang, Banten, Menteri Sofyan Djalil membagikan 3.500 sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk warga Banten. Sofyan meminta warga yang telah diberikan sertifikat agar diurus, dijaga, dan diusahakan jangan sampai pihak lain yang mengurus.
 
"Jangan sampai sertifikat ini enggak diurus. Sertifikat ini ibarat orang nikah, kalau ada dan tidak dipedulikan salah sendiri," ungkap Sofyan.
 
Sofyan menambahkan sertifikat tanah dapat memajukan ekonomi rakyat. Sebab, bisa digadaikan ke bank untuk membuka Usaha Kecil Menengah (UKM) dan dikembangkan.
 
"Kalau pinjam uang dengan (sertifikat PTSL) ini harus hati-hati. Manfaatkan dengan baik, biar bisa hidup lebih layak. Tolong juga pasang batok tanda tanah," jelasnya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif