Warga sekitar PTPN VIII, di Kampung Sukawana, Desa Karyawangi, terdampak abu vulkanik Gunung Tangkuban Parahu. (MI/Depi Gunawan)
Warga sekitar PTPN VIII, di Kampung Sukawana, Desa Karyawangi, terdampak abu vulkanik Gunung Tangkuban Parahu. (MI/Depi Gunawan)

Warga Mulai Terdampak Abu Gunung Tangkuban Parahu

Nasional erupsi gunung
Depi Gunawan • 14 Agustus 2019 18:07
Bandung Barat: Para pemetik daun teh dan warga sekitar perkebunan PTPN VIII, di Kampung Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat mulai merasakan dampak erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Warga harus memakai masker saat beraktivitas di luar rumah mengantisipasi dampak abu vulkanik.
 
Mandor Besar PTPN VIII Sukawana, Saepuloh, mengaku abu vulkanik kiriman Gunung Tangkuban Parahu telah mengganggu kesehatan warga sekitar. Terutama saat awal erupsi.
 
"Mata mengalami iritasi, gatal-gatal di kulit dan batuk," kata Saepuloh, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mengganggu kesehatan warga, Saepuloh mengungkap, abu vulkanik yang menempel di daun teh juga berpengaruh ke aroma daun teh. Sehingga daun teh harus dibersihkan dari abu sebelum dan sesudah dipetik.
 
"Agar daun tak terkontaminasi, kami menyemprotkan air sebelum dipetik. Pascadipetik, daun teh kembali harus dicuci bersih," tuturnya.
 
Tidak hanya daun teh, lanjut dia, produksi teh di pabrik yang dikelola PTPN VIII Sukawana terpaksa dihentikan sementara, dan dialihkan ke Ciater Subang.
 
"Luas area perkebunan PTPN VIII di Sukawana mencapai 260 hektare, sementara yang terkena paparan abu vulkanik kira-kira sekitar 60 hektare," bebernya.
 
Warga setempat, Yuyun Subarnas ,51, menambahkan, abu vulkanik juga menempel di rumput. Agar aman saat dimakan hewan ternak, dia harus mencuci rumput hingga bersih.
 
"Harus dicuci dulu, soalnya ada abu vulkanik yang menempel," ujarnya.
 
Menurutnya, wilayah perkebunan teh Sukawana berada tepat di punggung Gunung Tangkuban Parahu. Kendati belum terlalu berbahaya, warga diharuskan memakai masker setiap hari.
 
"Kadang, saat mencari rumput saya sering batuk-batuk, nafas sedikit sesak. Bau belerangnya juga cukup menyengat," ucapnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif