Rumah rusak akibat gempa di Kepulauan Talaud. Istimewa
Rumah rusak akibat gempa di Kepulauan Talaud. Istimewa

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Kepulauan Talaud, Warga Panik

Nasional gempa Gempa Bumi bencana alam
Lukman Diah Sari • 09 September 2020 19:30
Jakarta: Warga Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, panik saat gempa magnitudo 5,7 terjadi pada Rabu, 9 September 2020, pukul 14.18 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 74 kilometer.
 
“Guncangan gempa dirasakan warga selama tiga hingga lima detik di Kecamatan Melonguane, Kepulauan Talaud. Getaran kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Raditya Jati, Rabu, 9 September 2020.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mengkaji di lapangan usai gempa. Dia mengungkap, pusat gempa berada di darat pada jarak 11 km arah timur laut laut dari Melonguane, Kabupaten Talaud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tidak berpotensi tsunami. Laporan sementara BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud mencatat empat rumah di Kecamatan Pulutan rusak,” imbuhnya.
 
Baca:Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Laut Banda

Berdasarkan analisis BMKG, guncangan gempa yang diukur dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menunjukkan Sangihe II MMI dan Melonguane III – IV MMI. Skala III MMI memberikan gambaran getaran dirasakan nyata dalam rumah dan getaran dirasakan seolah-olah ada truk berlalu. Sedangkan IV MMI menunjukkan situasi yang dirasakan oleh banyak warga di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang serta gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menerangkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku. Hal itu berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.
 
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Triyono.
 
Dia melanjutkan, hasil monitoring BMKG menunjukkan gempa susulan berjumlah tiga kali. Gempa susulan terjadi hingga pukul 15.06 WIB.
 
(LDS)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif