Kawasan Malioboro, Yogyakarta terapkan normal baru dengan protokol kesehatan. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)
Kawasan Malioboro, Yogyakarta terapkan normal baru dengan protokol kesehatan. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)

Pemkot Yogyakarta Kewalahan Tertibkan Pengunjung Malioboro

Nasional Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 11 Agustus 2020 11:53
Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kewalahan menertibkan pengunjung di kawasan wisata Malioboro. Sebagian besar wisatawan abai protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19.
 
Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, mengatakan, akhir pekan lalu lebih dari 2.000 orang berkunjung ke Malioboro. Kerumunan tak terhindarkan kendati petugas berkali-kali melayangkan peringatan.
 
"Petugas kami hanya bisa melayani pengunjung di zona-zona. Kita tidak bisa mengurai kerumunan karena tidak bisa mobilitas," ujarnya, Selasa, 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menerakan petugas dari sejumlah instansi seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga Dinas Perhubungan, turut membantu patroli pengawasan penerapan protokol kesehatan. Para petugas pun berulang kali mengingatkan agar pengunjung disiplin.
 
"Tapi wisatawan (tetap) buka masker saat foto-foto. Alasannya biar kelihatan wajahnya," kata dia.
 
Baca juga:6.382 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Barat
 
Ekwanto mengatakan pengunjung Malioboro tak hanya berasal dari Kota Yogyakarta, melainkan juga Klaten, Magelang, hingga Purworejo. Ini tampak dari pelat kendaraan yang dipakai para pengunjung.
 
Di sisi lain, petugas jaga Malioboro (Jogoboro) hanya 36 personel untuk mengawasi pengunjung di seluruh zona. Sayangnya, yang rutin berjaga setiap hari hanya sebanyak 24 orang.
 
"Kami harus bekerja ekstra saat akhir pekan. 36 personel ini kami sebar di lima zona," jelasnya.
 
Ia menambahkan, lima zona itu sebetulnya bisa menjadi titik mula melihat seberapa banyak pengunjung Malioboro. Selain itu, juga ada proses pemeriksaan dan pencatatan kunjungan wisatawan.
 
"Jumlah pengunjung biasanya sekitar 600, tapi akhir pekan sampai 2.000. Kami terpaksa tidak bisa atur satu jalur dan tidak bisa menyeberangkan pengunjung," ungkapnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif