NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kontak Tembak di Nduga, 3 Orang Terluka

Nasional kelompok bersenjata di papua
Antara • 27 Februari 2020 16:59
Jayapura: Kontakk tembak antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di Nduga, Papua. Tiga orang terluka, termasuk satu anggota brimob.
 
"Memang benar ada anggota Brimob yang terluka dalam kontak tembak yang terjadi, Rabu, 26 Februari 2020, di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Kamis, 27 Februari 2020, melansir Antara.
 
Waterpauw menerangkan dua warga sipil yang mengalami luka tembak tengah dirawat di RSUD Kenyam. Sedangkan satu anggota brimob telah dievakuasi ke Jakarta untuk menjalani perawatan medis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kontak tembak berawal saat KKB menyerang pos TNI di Kampung Koteka hingga terjadi baku tembak," jelasnya.
 
Dia menuturkan dengan adanya penyerangan dan kontak tembak membuktikan KKB masih berada di Nduga. Sehingga, kata dia, karena penyerangan itu keberadaan aparat keamanan tidak ditarik dari Nduga.
 
Baca:Pasukan TNI/Polri Tak Bakal Ditarik dari Nduga
 
Jenderal bintang dua itu menerangkan keberadaan anggota TNI-Polri non organik berawal dari kasus penyerangan yang menewaskan 17 karyawan PT. Istaka Karya. Aparat keamanan kemudian ditugaskan ke Nduga untuk melakukan penindakan hukum.
 
"Apalagi hingga kini masih ada empat karyawan yang belum diketahui nasibnya sehingga selain melakukan penindakan hukum juga mengamankan pembangunan yang sudah dibangun," bebernya.
 
Dia meminta agar keberadaan pasukan non organik tidak dipolitisasi. Waterpauw justru mempertanyakan keberadaan Pemda Nduga, karena KKB masih terus menyerang warga dan aparat.
 
"Jangan politisasi keberadaan TNI-Polri di Nduga karena yang menjadi korban juga aparat keamanan, " tegas Waterpauw.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif