Ratusan nelayan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel sejak Kamis, 13 Agustus hingga 14 Agustus 2020. Medcom.id/ Muhammad Syawaludin
Ratusan nelayan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel sejak Kamis, 13 Agustus hingga 14 Agustus 2020. Medcom.id/ Muhammad Syawaludin

Nelayan di Makassar Unjuk Rasa 24 Jam di Kantor Gubernur

Nasional unjuk rasa
Muhammad Syawaluddin • 14 Agustus 2020 18:11
Makassar: Ratusan ibu-ibu dari Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel. Mereka memulai unjuk rasa sejak Kamis, 13 Agustus 2020 dan bertahan hingga Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Ratusan ibu-ibu tersebut meminta Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyetop penambangan pasir di wilayah tangkap nelayan.
 
"Saya cuma minta cabut izinnya," kata salah satu warga Pulau Kodingareng, Sangkala, 52, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Mantan Pekerja Kontrak Berharap Bantuan Pandemi Covid-19
 
Sangkala menjelaskan ratusan warga itu sudah berada selama 24 jam di depan kantor Gubernur Sulsel. Mereka datang lantaran sejak beberapa bulan terakhir penghasilan mereka berkurang karena hasil tangkapan semakin sedikit.
 
"Kami tidak butuh bantuan dari gubernur. Kami cuman ingin izin mereka dicabut," jelasnya.
 
Menanggapi hal itu Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan bahwa pihaknya telah menjelaskan terkait penambangan pasir itu. Ia menjelaskan dalam perda yang dibuatnya penambangan boleh dilakukan di jarak 8 mil.
 
"Jadi tidak lagi di pinggir pantai, kalo dulu di Takalar di pinggir pantai, kalau ini enggak kelihatan dan menambang di daerah potensi yang banyak pasirnya," jelas Nurdin.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif