Kelompok Tani Hutan di Bogor tengah memanen hasil tanaman. Foto: KLHK
Kelompok Tani Hutan di Bogor tengah memanen hasil tanaman. Foto: KLHK

Petani Hutan Bogor Tetap Panen di Tengah Wabah Korona

Nasional pertanian
Media Indonesia • 01 April 2020 20:23
Bogor: Wabah virus korona (covid-19) tak menghentikan petani hutan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memanen hasil bercocok tanam. Beberapa tanaman yang sudah membuahkan hasil adalah tanaman kehutanan, tanaman selain kayu (MPTS), tanaman sela (sereh wangi), serta budidaya tanaman di bawah tegakan berupa jagung, kacang tanah, umbi-umbian, dan empon-empon.
 
"Di tengah mewabahnya covid-19, masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) ini tetap bekerja produktif," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Helmi Basalamah, Rabu, 1 April 2020.
 
KTH di Kabupaten Bogor ini aktif berkat binaan dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Bogor bersama para penyuluh kehutanan. BDLHK Bogor memberdayakan masyarakat sekitar melalui program Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Rumpin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka tetap bekerja produktif dengan tetap waspada mengikuti kebijakan dan arahan dari pemerintah," kata Helmi.
 
Sejumlah KTH mitra BDLHK Bogor adalah KTH Babakan Setu yang beranggotakan 25 orang, KTH Lio Maju (24 orang), KTH Lebak Sawo (25 orang), dan KTH Barokah Hijau (45 orang). Keempat KTH ini didampingi masing-masing dua penyuluh kehutanan dan tiga tenaga bakti rimbawan.
 
Terkait produktivitas, walaupun areal KHDTK yang dimanfaatkan tidak begitu luas, petani hutan yang baru aktif setahun ini mampu memanen hasil signifikan. Misal, mereka sudah mampu memanen kacang tanah sebanyak 4,5 ton dalam sekali panen atau per empat bulan.
 
"Jika kacang tanah dihargai Rp10 ribu per kilogram, artinya para petani menghasilkan Rp45 juta setiap kali panen," tutur Helmi.
 
Untuk sereh wangi, lanjut dia, sudah ada perusahaan yang menampung dengan pola mitra. Panen sereh wangi menghasilkan sekitar 4,5 ton setiap kali panen atau per tiga bulan. Dengan harga jual Rp500 per kilogram, setiap petani bisa mendapat Rp2,25 juta setiap kali panen.
 
Itu belum termasuk hasil panen pisang, jagung, umbi-umbian, lalap-lalapan, kunyit, jahe, lengkuas, dan tanaman pangan lainnya. Beberapa di antaranya saat ini tengah diburu karena disebut bisa memperkuat daya tahan tubuh di tengah mewabahnya covid-19.
 
"Pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan ini juga turut membantu melestarikan hutan dan menghindari penyerobotan lahan," kata Helmi.
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif