Cornelis Lay. Foto: Dok. Humas UGM
Cornelis Lay. Foto: Dok. Humas UGM

Guru Besar UGM Cornelis Lay Tutup Usia

Nasional Obituari
Ahmad Mustaqim • 05 Agustus 2020 12:37
Yogyakarta: Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (FISIP UGM), Cornelis Lay, meninggal pada Rabu, 5 Agutsus pukul 04.00 WIB. Akademisi sekaligus politikus ini meninggal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
 
Dekan FISIP UGM, Erwan Agus Purwanto, mengatakan, almarhum dimakamkan di Makam Keluarga Besar UGM Sawitsari, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Ia mengatakan pemakaman akan dilakukan Kamis, 6 Agustus 2020.
 
"Pemakaman menunggu keluarga besar dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saat ini masih disemayamkan di Panti Rapih," kata Erwan, Rabu, 5 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erwan menerangkan, Cornelis meninggal pada usia 61 tahun. Ia menilai sosok guru besar itu memiliki filosofi mengajar yang baik dan disukai mahasiswanya. Menurut dia, dari sang guru besar itu memunculkan motivasi agar dosen sebelum mengajar bisa mematangkan materi sebelum diajarkan.
 
Selain sebagai guru, Erwan menilai almarhum semasa hidup sosok murah hati. Almarhum, kata dia, saat hidup, bersedia memberikan komentar dan masukan pada tulisan para koleganya.
 
"Beliau sebagai pakar politik dan pemerintahan biasanya mengingatkan koleganya untuk memperbanyak tulisan di jurnal internasional," ujarnya.
 
Cornelis selama ini dikenal tak hanya sebagai akademisi UGM. Ia juga politikus senior PDI Perjuangan yang juga pernah menjadi penasihat Megawati.
 
Cornelis juga sempat menjadi Ketua Tim Ahli dan Pakar Politik Tim Pemenangan dan Perumus Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014 silam. Ia juga pernah mendapat mandat menyusun teks pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2014.
 
"Beliau aktif bergiat di politik praktis adalah untuk mempraktikkan ilmunya," ujar Erwan.
 
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir Cornelis lebih banyak menghabiskan waktunya di Kota Gudeg. Erwan mengatakan Cornelis harus menjalani perawatan rutin karena penyakit jantung. Meski sakit, lanjutnya, Cornelis juga masih beberapa kali aktif di kampus untuk mengisi perkuliahan.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif