Bawang merah. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Bawang merah. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Penyelundupan 13 Ton Bawang Merah di Aceh Digagalkan

Nasional penyelundupan harga bawang merah bawang Bawang Bombai
Fajri Fatmawati • 04 Mei 2020 21:22
Banda Aceh: Penyelundupan 13 ton bawang merah digagalkan Tim gabungan Bea Cukai Kanwil Aceh. Bawang merah ilegal itu asal Thailand itu disita di Air Masin, Aceh Tamiang, Aceh.
 
"Bawang dikemas dalam 650 karung, senilai Rp390 juta dengan potensi kerugian negara dari sektor perpajakan capai Rp 135 juta," kata Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, Senin, 4 Mei 2020.
 
Dia mengatakan barang bukti tanpa dokumen impor kepabeanan sah tersebut disita oleh petugas dari sebuah kapal kayu nelayan. Penggagalan penyelundupan bawang merah tersebut berasal dari informasi dan jaring operasi Bea Cukai Kanwil Sumut, Kanwil Khusus Kepri, Bea Cukai Kuala Langsa, dan Bea Cukai Belawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini berkat informasi dari Bea Cukai Kanwil Aceh yang disampaikan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Kapal Patroli Bea Cukai BC 20005 pada Rabu, 29 April 2020 lalu," ucap Isnu.
 
Kemudian, Tim Bea Cukai Kanwil Aceh menginformasikan ada kapal target yang memuat bawang merah ilegal. Tim Satgas Kapal Patroli BC 20005 yang sedang melakukan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya di pesisir pantai timur Provinsi Aceh langsung melakukan pencarian.
 
"Setelah didekati dan disorot dengan lampu Kapal Patroli, kapal kayu berbendera Indonesia itu terus melaju dan berusaha melarikan diri dengan menambah kecepatannya," jelasnya.
 
Selanjutnya anggota tim satgas melakukan pengejaran kapal target, dan akhirnya kapal kayu dengan nama lambung KM Rajawali GT 15 dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kepabeanan.
 
"Nakhoda tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah atas barang yang diangkutnya sehingga Tim Satgas melakukan penindakan terhadap kapal, muatan, maupun awaknya," bebernya.
 
Saat ini empat tersangka awak KM Rajawali ditahan di Rutan Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Sedangkan berkas kasus diserahterimakan kepada Bea Cukai Kuala Langsa guna pemeriksaan serta proses lebih lanjut.
 
"Sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 Nomor 17 Tahun 2006, dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama sepuluh tahun serta denda maksimal 5 miliar," pungkasnya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif