ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pasien Covid-19 Berusia 100 Tahun di Jatim Sembuh

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 30 Mei 2020 07:27
Surabaya: Seorang nenek berusia 100 tahun bernama Kamtin di Jawa Timur sembuh dari covid-19 setelah sebulan dirawat di RS PHC Surabaya. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengetahui usia sabg nenek saat video teleconference dengan nenek asal Dusun Gendong yang terletak di perbatasan Surabaya-Gresik tersebut.
 
"Beliau berumur 100 tahun? Masyaallah, jadi Eyang Kamtin ini berumur 100 tahun dan sembuh dari covid-19," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat malam, 29 Mei 2020.
 
Baca: Pemprov Bantah Oper Mobil Laboratorium ke Daerah Luar Surabaya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khofifah sempat menanyakan tips hingga Kamtin begitu kuat melawan covid-19. Dan diketahui salah satu kuncinya adalah disiplin, hidup bersih, dan menerapkan hidup sehat.
 
Menurut Khofifah kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi penting karena sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mengobati pasien covid-19.
 
Aminah, menantu Kamtin, menguatkan keberhasilan sembuh dari covid-19 tak lain karena ibundanya memiliki sifat yang disiplin. "Setelah sembuh, Alhamdulillah keadaan sehat. Setiap hari kami memberi vitamin dan makanan yang selalu kami jaga. Kebetulan Ibu Kamtin orangnya disiplin," jelas Aminah.
 
Aminah berharap keberhasilan ibunya sembuh dari covid-19 bisa memotivasi pasien lain dan menjaga para orang tua agar tidak terpapar covid-19. Sebab para lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar covid-19.
 
"Misalnya disiplin menggunakan masker, menjaga pola hidup bersih dan sehat, olahraga, dan lainnya," ungkap Aminah.
 
Hingga saat ini, jumlah pasien covid-19 di Jatim mencapai 4.409, setelah ada tambahan 139 orang positif covid-19 per 29 Mei 2020. Dari jumlah itu, 589 pasien sembuh dan 372 pasien meninggal dunia akibat terpapar covid-19.
 
Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 6.410 orang, dan 3.088 di antarabta masih diawasi. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODO) bertambah menjadi 24.420 orang, dan 4.034 di antaranya masih dipantau.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif