Seremonial proses dimulainya relokasi PKL Malioboro di eks Bioskop Indra. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
Seremonial proses dimulainya relokasi PKL Malioboro di eks Bioskop Indra. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim

Gubernur DIY Harap PKL Malioboro Berkembang Usai Relokasi

Nasional pedagang kaki lima (pkl) Pasar Tradisional Yogyakarta Malioboro
Ahmad Mustaqim • 26 Januari 2022 20:37
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulai prosesi relokasi PKL Malioboro ke lokasi baru, yakni di eks Bioskop Indra dan bekas kantor Dinas Pariwisata. Di lokasi baru ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan perekonomian para pedagang.
 
"Harapan saya adalah semoga bapak (para PKL) tetap tumbuh berkembang. Itu memang komitmen kami dari awal bersama Wali (Wali Kota) maupun pak Wawali (Wakil Wali Kota)," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Baca: Nasib Warga Klaten, Ditinggal Semua Tetangganya karena Tergusur Tol

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sri Sultan, pemerintah DIY mengupayakan tempat baru untuk PKL dan UMKM. Ia menilai tempat relokasi baru ini menjadi tempat layak bagi PKL.
 
"Jadi saya mohon bapak percaya pada apa yang selama ini coba kami lakukan. Harapan saya bagaimana nanti Jogja ini makin tertib dan makin indah," jelasnya.
 
Selain itu, ia melanjutkan, keberadaan bandara internasional di Kabupaten Kulon Progo juga diharapkan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dengan banyaknya pengunjung di Yogyakarta. Bukan hanya saat akhir pekan, namun juga hari biasa.
 
"Kami pun juga membangun infrastruktur seperti lewat kereta api dan sebagainya. Bagaimana Jogja ini bisa dihubungkan dengan Madiun maupun juga Kutoarjo. Kalau bisa sampai Kroya dalam arti makin banyak yang menumpang untuk membangun pertumbuhan ekonomi Jogja," ungkapnya.
 
Ia menilai orang-orang yang mau berbelanja tak harus ke kota-kota besar, seperti Surabaya. Menurutnya Yogyakarta bisa menjadi tempat berbelanja dengan ditopang fasilitas infrastruktur transportasi.
 
"Pertimbangan-pertimbangan seperti ini juga menjadi pemikiran kami, biarpun Jogjakarta itu tidak didesain untuk metropolitan tapi ekonomi warga masyarakat harus tumbuh, masyarakat harus bisa lebih sejahtera," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif