Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi.

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 4,76% di Triwulan I-2019

Nasional pertumbuhan ekonomi ekonomi daerah
Anwar Sadat Guna • 24 Mei 2019 12:54
Batam: Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I-2019 mencapai 4,76 persen (year to year atau yoy). Meski tercatat melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2018 sebesar 5,48 persen (yoy), kinerja perekonomian masih baik dan terjaga.
 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Fadjar Majardi mengatakan pertumbuhan ekonomi yang melambat tersebut tidak lepas dari pengaruh perilaku wait and see,serta dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
 
"Ekspor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 5,96 persen (yoy) sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, terutama penurunan permintaan dari Singapura terhadap komoditas ekspor utama Kepri," kata Fadjar di Radisson Hotel, Batam, Kamis, 23 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fadjar menjelaskan dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2019 dipicu oleh penurunan kinerja ekspor dan perlambatan investasi. Sementara kinerja konsumsi tetap tumbuh meningkat.
 
Menurut Fadjar perkembangan ini turut berpengaruh pada perlambatan kegiatan investasi triwulan I-2019, di samping adanya pengaruh sikap wait and see menjelang Pemilu 2019 kemarin. Investasi di Kepri tercatat hanya tumbuh 0,67 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2018 sebesar 10,23 persen (yoy).
 
Sejalan dengan perkembangan tersebut, kata Fadjar, impor juga mengalami kontraksi terutama pada bahan baku dan barang modal sehingga tercatat tumbuh negatif sebesar 26,82 persen (yoy).
 
Sementara itu, kinerja konsumsi mengalami perbaikan dengan konsumsi rumah tangga yang tercatat meningkat mencapai 5,04 persen (yoy), dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh sebesar 4,57 persen (yoy).
 
Adapun sektor konstruksi, juga pada triwulan I-2019 juga menurun atau tumbuh melemah menjadi 2,72 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan triwulan IV-2018 yang tercatat sebesar 8,06 persen. Penurunan sektor kontruksi, sambung Fadjar, salah satunya karena belum maksimalnya realisasi belanja APBD.
 
Demikian halnya dengan perdagangan, perkembangannya juga tumbuh melemah sebesar 4,69 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2018 yang tumbuh sebesar 7,43 persen (yoy).
 
"Perlambatan kinerja perdagangan, tidak terlepas dari penurunan kinerja ekspor dan impor serta perlambatan kunjungan wisman di triwulan I-2019. Sebaliknya, kinerja pertambangan dan penggalian pada triwulan I-2019 tumbuh 9,86 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya hanya tumbuh sebesar 7,70 persen (yoy). Hal ini ditopang oleh kenaikan lifting gas alam," urai Fadjar.
 
Ia menambahkan inflasi Kepri pada triwulan I-2019 sebesar 2,71 persen (yoy) lebih rendah dibanding inflasi triwulan IV-2018 sebesar 3,47 persen (yoy). "Penurunan inflasi pada triwulan I-2019 tersebut terutama dikontribusi oleh kelompok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar," pungkas Fadjar.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif