Petugas melakukan pengasapan (fogging) guna mencegah pertumbuhan jentik nyamuk demam berdarah. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Petugas melakukan pengasapan (fogging) guna mencegah pertumbuhan jentik nyamuk demam berdarah. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

55 Warga Lembata NTT Terserang Demam Berdarah

Nasional demam berdarah
Antara • 22 Januari 2020 10:48
Kupang: Sebanyak 55 warga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD), yang mulai melanda wilayah setempat sejak awal Januari 2020.
 
Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Thomas Ola Langoday, mengatan, penyakit DBD mulai menyerang warga di wilayah bagian timur Pulau Flores.
 
"Sampai dengan Rabu pagi, 22 Januari 2020, saya dapatkan informasi jumlah penderita DBD di Lembata sudah mencapai 55 orang," katanya, melansir Antara, Rabu, 22 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Thomas, warga yang terserang DBD di daerah itu meningkat cukup cepat dalam hitungan hari karena pada Selasa, 21 Januari 2020, jumlah penderita tercatat sebanyak 43 orang dan telah mendapat perawatan medis.
 
"Kami sudah buat kajian kedaruratan bencana, dan pagi ini seperti di Kelurahan Selandoro, dari lurah, ketua RT, bersama berbagai elemen masyarakat mulai membersihkan lingkungan," kata dia.
 
Selain menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi penularan DBD meluas, kegiatan bersih-bersih lingkungan juga diminta diintensifkan di seluruh desa.
 
"Kegiatan pembersihan lingkungan ini juga diimbau kepada seluruh kecamatan dan desa untuk menjaga kebersihan di lingkungan mereka masing-masing," ungkapnya.
 
Thomas menambahkan kegiatan bersih lingkungan merupakan salah satu langkah penting yang dilakukan pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat untuk mencegah penularan penyakit tidak meluas.
 
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan dengan pengasapan (fogging), namun secara terbatas karena hanya bisa membunuh induk nyamuk sementara jentik-jentik berkembang biak sangat cepat.
 
"Karena itu kami utamakan pada upaya pembersihan lingkungan tidak hanya saat Jumat Bersih, namun hari-hari lain juga karena serangan penyakit DBD masih bertambah," katanya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif