Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

16 Desa di Sidrap Terendam Banjir

Nasional longsor bencana longsor bencana banjir
Lina Herlina • 10 Juni 2019 10:54
Sidrap: Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menyebabkan air Sungai Tanru Tedong meluap. Akibatnya, sebanyak 16 desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase tergenang banjir.
 
Bupati Sidrap, Dollah Mando, kemarin turun meninjau sejumlah titik banjir yang menggenangi fasilitas umum, permukiman, dan persawahan penduduk. Banjir menggenangi wilayah tersebut sejak Sabtu 8 Juni 2019.
 
Untuk membantu warga, Dollah telah menginstruksikan kepada dinas terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap dan aparat kecamatan, desa/kelurahan setempat untuk mengambil langkah penanganan darurat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya perintahkan instansi terkait untuk melakukan tindakan yang perlu agar bencana banjir bisa tertangani dengan baik. Begitu pun pihak keamanan, saya sudah berkoordinasi dengan kapolres dan Dandim untuk menyiagakan personel mereka jika sewaktu-waktu dibutuhkan para korban banjir," paparnya.
 
Selain itu, dia juga mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan jika curah hujan tinggi masih terjadi. "Diharapkan orangtua tidak membiarkan anak-anak mereka bermain di genangan air karena dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan jiwa. Begitu juga, saya mengimbau warga untuk terus memantau debit air yang semakin meninggi bila hujan terus turun sampai beberapa waktu ke depan," tuturnya.
 
Dollah menggaransi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri senantiasa akan membantu warga jika sewaktu-waktu dibutuhkan atau kondisi sudah darurat.
 
Meski dilanda banjir, menurut Kepala BPBD Sidrap, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Terkait dengan kerugian materiil, lanjutnya, saat ini masih diinventarisasi.
 
11 Desa di Wajo Banjir
 
Selain Kabupaten Sidrap, wilayah lainnya, yakni Kabupaten Wajo di Sulawesi Selatan juga dilanda banjir. Sebanyak 11 desa pada enam kecamatan tergenang banjir.
 
Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Alamsyah, kemarin, mengatakan banjir yang melanda Kabupaten Wajo diperparah banjir yang terjadi di Tanrutedong, Kabupaten Sidrap. Pasalnya, kedua kabupaten dilewati aliran sungai yang sama. "Banjir di Kabupaten Wajo dan Sidrap terjadi pada waktu yang sama," ungkapnya.
 
Enam kecamatan di wilayah Kabupaten Wajo yang dilanda banjir ialah Kecamatan Keera, Patampanua, Belawa, Tempe, Pammana, dan Sabbangparu. Alamsyah menambahkan, banjir terjadi karena hujan yang terus mengguyur sejak 2 April 2019.
 
Akibatnya, air di Bendungan Awo meluap dan menggenangi 11 desa. Dilaporkan, ketinggian air di Desa Awo Kecamatan Keera, Desa Lompoloang, Kelurahan Benteng, dan Kelurahan Tobarakka, Kecamatan Pitumpanua, mencapai 2,3 meter.
 
"Tingginya intensitas hujan serta kiriman air dari Kabupaten Sidrap mengakibatkan tanggul di Desa Sappa menjadi kritis sehingga air meluap pada Sabtu (8/6) pagi," urainya.
 
Sejauh ini, banjir telah mengakibatkan belasan rumah terendam air. Tim reaksi cepat beserta Pusdalops BPBD Kabupaten Wajo telah bergerak ke lokasi banjir untuk melakukan persiapan evakuasi.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif