Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Pelempar Molotov ke Pos Polisi Magelang Ditangkap

Nasional terorisme teror
Lina Herlina • 18 Juli 2019 15:00
Magelang: Kepolisian Resort Magelang Kota berhasil menangkap dua pelaku pelemparan molotov ke Pos Lakalantas Polres Magelang Kota, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang pada 3 Juli 2019.
 
Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap Kamis, 18 Juli 2019 dini hari di dua tempat berbeda dengan jarak waktu yang tidak lama.
 
Keduanya adalah Rohman Abdul bin Ngatiman, tertangkap pukul 02.30 WIB di Kampung Rejosari, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, sebagai eksekutor pelemparan molotov. Dan Angga Putra Pamungkas alias Bedes, tertangkap pukul 03.00 WIB di Kampung Tejosari, Megarsari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, yang bertugas sebagai joki motor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum tertangkap, dalam kurun waktu dua pekan, Polres Magelang Kota sudah memeriksa lima orang saksi. Yaitu Ahmad Sofil Ashar, anggota polisi yang berjaga, Bambang Trihartanto, Anjar Adi Putranto, Setyo Budo Santoso, dan Didik Bahtiar.
 
"Dari keterangan saksi memang sudah diketahui jika pelaku pelempran molotov di dua lokasi itu adalah dua orang yang sama," kata Idham.
 
Saksi sempat mematikan api dan mengejar pelaku pelemparan molotov tersebut, sehingga ciri-cirinya langsung bisa diketahui. Apalagi ulah pelaku terekam CCTV di lokasi.
 
"Keduanya mengakui melempar molotov di dua lokasi. Hanya saja belum jelas motifnya apa, masih terus dalam pengembangan. Apakah hanya iseng atau sekedar meneror biasa," lanjut Idham.
 
Saat ini, kedua pelaku sudah ditahan di Mapolres Magelang Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain pecahan botol sisa molotov yang diperiksakan di Laboratorium Forensik Polda Jateng, juga menyita barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan, dan pakaian yang dikenakan saat beraksi.
 
Keduanya diancam Pasal 187 KUHP yang menyatakan, barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran atau banjir diancam pidana penjara paling lama 12 tahun.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif