Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko (kemeja putih) saat acara diskusi di Microsoft Indonesia, Gedung BEI, Jakarta, Minggu, 16 Juni 2019. Dokumentasi: Istimewa.
Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko (kemeja putih) saat acara diskusi di Microsoft Indonesia, Gedung BEI, Jakarta, Minggu, 16 Juni 2019. Dokumentasi: Istimewa.

Masyarakat Indonesia Harus Kebal Semburan Dusta

Nasional hoax
Al Abrar • 16 Juni 2019 18:40
Jakarta: Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko menyebut masyarakat Indonesia telah mengalahkan 'semburan dusta' atau firehose of falsehood sepanjang penyelenggaraan Pemilu 2019.
 
Bahaya semburan dusta yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat tersebut juga dibahas pada diskusi dengan tema Big Questions Forum Inovator 4.0 Indonesia 'Kecerdasan Buatan dan Biopolitik' Membangun Masyarakat Kebal Semburan Dusta.
 
"Kami menganalisa dalam forum ini karena di Indonesia kita bisa mengalahkan semburan dusta dan semburan dusta di Indonesia tidak bisa mencapai kemenangan politik," kata Budiman di Microsoft Indonesia, Gedung BEI, Jakarta, Minggu, 16 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budiman menjelaskan semburan dusta tidak berhenti setelah Pemilu selesai. Kabar bohong bertebaran dengan pola yang terstruktur, diulang-ulang, dan mengaduk-aduk emosi serta kepercayaan seseorang. "Kebohongan jumlahnya tidak terhingga dan bisa disebarkan siapapun menggunakan berbagai saluran," ujar aktivis kelahiran Cilacap, Jawa Tengah tersebut.
 
Menurut Budiman semburan dusta semakin subur saat masyarakat penerimanya menyukai kabar bohong yang bisa menyenangkan mereka. Padahal daya rusak semburan dusta begitu nyata memengaruhi individu hingga bisa merusak tatanan sosial suatu bangsa.
 
"Semburan dusta ini tidak berhenti dan bikin kecanduan," ungkap Budiman.
 
Oleh karena itu, Budiman menyerukan Indonesia harus membangun sumber daya manusia yang kebal semburan dusta dengan membuat gerakan studi otak dan genetik manusia. Inovator 4.0, kata Budiman mengajak inovator di dalam dan luar negeri untuk terlibat dalam gerakan studi otak dan genome tersebut.
 
"Kita pasti bisa. Dulu sejarah kebebasan, lalu awal 2000 kita masuk era keadilan, sekarang Indonesia harus masuk masanya kemajuan," beber Budiman.
 
Selain Budiman diskusi tersebut juga dihadiri oleh ahli neuro sains dari Tokyo University Hospital, DR Ryu Hasan; Kandidat Doktor dalam Rekayasa Genetik Universitas Oxford, Muhammad Hanifi; dan pendiri Bandung Fe Institute serta ahli kompleksitas, Hokky Situngkir.
 

Adapun Big Questions Forum akan digelar setiap bulan oleh Inovator 4.0 Indonesia. Budiman menyampaikan, tema diskusi akan berbeda dan sesuatu yang baru di Indonesia.

 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif