Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menempel stiker Nek Aku Korupsi Ora Slamet di mobil dinas PNS. Foto: Dokumentasi Humas Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menempel stiker Nek Aku Korupsi Ora Slamet di mobil dinas PNS. Foto: Dokumentasi Humas Jateng

PNS Jateng Ketar-ketir Akibat Stiker Nek Aku Korupsi Ora Slamet

Nasional kasus korupsi
Mustholih • 10 Desember 2019 18:35
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mewajibkan seluruh mobil dinasnya dipasangi stiker bertulis Nek Aku Korupsi Ora Slamet. Kebijakan ini membuat ketar-ketir sebagian pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng.
 
"Ini kalau ada apa-apa bagaimana? Kalau kita kecelakaan dikira ada kejadian (korupsi) ? Ada beberapa teman yang bilang seperti itu," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah, Tavip Supriyanto, mengutip curhatan beberapa anak buahnya, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Maklum saja, kata Tavip, instansi yang dibawahinya ini dianggap banyak kalangan sebagai lahan basah khususnya Kantor Samsat (sistem adminstrasi manunggal satu atap). "Karena kita sangat rentan untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan. Di lapangan kita tidak bisa mengawasi satu persatu karena ada dari kepolisian, Jasa Raharja, dan lainnya," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemasangan stiker Nek Aku Korupsi Ora Slamet terilhami dari aksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada peringatan Hari Antikorupsi se-dunia di Semarang, pada Minggu, 8 Desember 2019. Di tengah-tengah aksi, Ganjar menempelkan stiker itu di beberapa mobil dinas Pemerintah Provinsi. Tulisan dalam stiker dalam Bahasa Indonesia berarti 'kalau saya korupsi tidak selamat'
 
Nah, stiker itu rupanya diperbanyak dan dibagi-bagikan ke Organisasi Perangkat Daerah. Perintahnya agar stiker itu ditempel di seluruh mobil dinas, termasuk yang menjadi tunggangan para Kepala Dinas.
 
"Saya baru dapat tadi pagi dan sudah ditempel di mobil. Begitu dipasang langsung difoto dan saya kirim ke grup (WhatsApp) keluarga. Juga saya kirim ke teman-teman," kata Prasetyo Ariwibowo selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
 
Ungkapan Nek Aku Korupsi Ora Slamet dinilai bukan sekadar keberanian dalam kata-kata. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng, Sujarwanto, mengatakan pesan stiker itu berisi tekad total memerangi korupsi termasuk terhadap para penambang galian C ilegal.
 
"Saya berulang kali ngomong sama penambang, penambang yang ilegal itu saya doakan tidak selamet. Itu kan korupsi juga. Doa saya hanya satu itu. Ini langkah saya untuk berani memerangi mereka," ungkapnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif