Ilustrasi seorang anak yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) mendapat perawatan intensif tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, Riau, Rabu, 27 November 2019. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid.
Ilustrasi seorang anak yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) mendapat perawatan intensif tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, Riau, Rabu, 27 November 2019. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid.

RSUD Wonosari Gunungkidul Rawat Belasan Pasien DBD

Nasional demam berdarah
Antara • 14 Januari 2020 10:47
Gunungkidul: Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta merawat 12 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), di mana salah satunya, Alifa Rosita, 11, warga Desa Wareng meninggal setelah menjalani perawatan pada Jumat, 10 Januari 2020.
 
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari, Sumartana, mengatakan pada awal Januari ini, RSUD setempat sudah merawat 12 pasien DBD.
 
"Dari 12 pasien yang dirawat di RSUD Wonosari meninggal dunia atas nama Alifa Rosita. Pasien positif DBD. Kami sempat merawat, tapi nyawanya tidak bisa ditolong," kata Sumartana di Gunungkidul, Selasa, 14 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumartana menjelaskan tim medis sudah berusaha untuk menolong korban, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien terlambat dirujuk ke rumah sakit sehingga nyawanya tidak tertolong.
 
"Pasien dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah. Kami sudah berupaya maksimal menangani pasien, tapi pasien tidak tertolong," jelas Sumartana.
 
Menurut Sumartana pihaknya sudah melapor ke Dinas Kesehatan atas adanya pasien DBD meninggal. Dia menjelaskan pasien meninggal itu sebagai yang pertama pada 2020. Pada 2019, RSUD merawat 297 pasien DBD, tetapi tidak ada yang sampai meninggal.
 
Sumartana menambahkan untuk mengurangi risiko fatal penyakit DBD, masyarakat diminta mengenali cirri-ciri awal penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aides agepty itu.
 
Pengenalan tanda penyakit demam berdarah itu, kata dia, sebagai langkah penting untuk menyelamatkan korban.
 
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jeli terhadap gejala DBD. Kalau ada gejala panas segera diperiksakan ke puskemas terdekat supaya dapat ditangani dengan cepat," ungkap Sumartana.
 
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD.
 
Sesuai dengan siklus berkembangbiak nyamuk, kata dia, musim hujan merupakan waktu yang rawan terjadinya serangan DBD.
 
"Hal itu perlu diantisipasi agar penyebaran penyakit DBD tidak semakin meluas," kata Dewi.
 
Ilustrasi - Seorang anak yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) mendapat perawatan intensif tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, Riau, Rabu (27/11/2019). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/ama.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif