Ilustrasi--Warga memperlihatkan rumah yang rusak terdampak pergerakan tanah di Desa Karanggintung, Gandrungmangu, Cilacap, Jateng. (Foto: ANTARA/Idhad Zakaria)
Ilustrasi--Warga memperlihatkan rumah yang rusak terdampak pergerakan tanah di Desa Karanggintung, Gandrungmangu, Cilacap, Jateng. (Foto: ANTARA/Idhad Zakaria)

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Cidadap Cianjur

Nasional longsor pergeseran tanah tanah longsor bencana alam
Media Indonesia.com • 28 September 2021 16:54
Cianjur: Sejumlah titik di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilanda pergerakan tanah hingga berpotensi longsor. Sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan dan belasan lainnya dalam kondisi terancam.
 
Kepala Desa Cidadap, Budiman, mengatakan warga yang terdampak bencana pergerakan tanah salah satunya berada di Kampung Cikekep RT 06/03. Pergerakan tanah dipicu hujan deras pada Minggu, 26 September 2021, pukul 23.00 WIB dengan durasi cukup lama.
 
"Sejak Minggu siang wilayah kami diguyur hujan. Nah pada pukul 11 malam, terjadi pergerakan tanah," kata Budiman, Selasa, 28 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rumah yang terdampak mengalami kerusakan terutama pada dinding yang mengalami retak cukup lebar
 
"Retakan pada dinding tembok makin membesar karena tanah terus bergeser. Kondisi tanah juga sudah turun (ambles)," sebut Budiman.
 
Selain permukiman, kata Budiman, terdapat juga lahan persawahan maupun bangunan masjid yang ikut terdampak. Ia memperkirakan areal yang terdampak pergerakan tanah sekitar satu hektare.
 
Baca juga: Penyelundupan Narkoba ke Lapas I Surabaya Digagalkan
 
"Kita mempersiapkan evakuasi warga karena khawatir akan kembali turun hujan yang berdampak tanah longsor. Kita ungsikan sementara ke rumah saudaranya atau tetangga terdekat yang lokasinya lebih aman," tegasnya.
 
Hasil cek lokasi, sebut Budiman, setidaknya terdapat 10 kepala keluarga yang terdampak pergerakan tanah. Namun untuk memastikan, perlu dicek kembali bersama BPBD dan unsur lainnya karena tidak menutup kemungkinan masih ada rumah rusak yang belum terdata.
 
"Ada juga pabrik padi yang terdampak. Kemungkinan nilai kerugian cukup besar. Apalagi ada bangunan rumah yang masih baru. Nanti kita asesmen lagi. Tapi perkiraan lebih dari Rp100 juta," ungkapnya. 
 
Budiman mengaku sudah melaporkan pergerakan tanah ini ke BPBD Kabupaten Cianjur dan Dinas Sosial. Sebelum datang bantuan dari Pemkab Cianjur, pemerintah desa membantu warga memenuhi kebutuhan logistik dengan menyalurkan sembako.
 
"Bantuan ini untuk warga yang akan diungsikan. Kebutuhan mendesak warga yang diperlukan di antaranya sembako, tenda besar yang bisa menampung sekitar 20 orang," pungkasnya. (Benny Bastiandy)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif