Ilustrasi rumah tidak layak huni. MI/Benny Bastiandy
Ilustrasi rumah tidak layak huni. MI/Benny Bastiandy

49 Ribu Rumah di Lebak Banten Tidak Layak Huni

Nasional kemiskinan
Media Indonesia.com • 22 Oktober 2020 01:22
Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat 49.000 rumah masuk kategori tidak layak huni. Kondisi tersebut dinilai bisa berdampak terhadap gangguan kesehatan anggota keluarga mereka.
 
"Kita tahun ini mendapatkan bantuan dana stimulan dari APBN untuk memperbaiki rumah tidak layak huni sebanyak 900 unit," kata Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Lebak, Ahmad Hidayat, di Lebak, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Baca: Tambang Batubara di Muara Enim Longsor, 11 Orang Tewas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan perbaikan rumah tidak layak huni itu hingga kini masih berlangsung dan ditargetkan Desember sudah rampung. Warga yang akan menerima dana perbaikan rumah masing-masing Rp17.500.000/kepala keluarga untuk membeli bahan material bangunan dan upah pekerja.
 
"Kami merealisasikan perbaikan rumah tidak layak huni itu dibiayai dana APBD Kabupaten dan Provinsi juga APBN Pusat. Tetapi, tahun ini semua didanai APBN Pusat sebanyak 900 unit rumah," jelasnya.
 
Menurutnya pemerintah daerah menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.500 unit/tahun akibat terbatasnya anggaran tersebut. Karena itu pihaknya secara bertahap menyelesaikan perbaikan rumah tak layak huni dengan bantuan stimulan dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat.
 
Masyarakat yang menerima perbaikan rumah itu, antara lain kondisi rumah berdinding bambu dan atap rumbia dengan lantai tanah juga tidak memiliki kamar mandi maupun toilet.
 
Selain itu juga persyaratan lainnya seperti kartu tanda pengenal (KTP), kartu keluarga (KK), surat pernyataan memiliki tanah dengan dibuktikan sertifikat, surat pernyataan penghasilan rata-rata di bawah Rp2 juta per bulan, dan visualiasi kondisi bangunan rumah.
 
"Kami memprioritaskan perbaikan rumah tidak layak itu yang memenuhi persyaratan," ujarnya.
 

 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif