ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pemkot Surabaya Akan Rubah Perwali 67 Sesuaikan Aturan PSBB

Nasional Virus Korona PSBB Pencegahan Covid-19
Amaluddin • 07 Januari 2021 21:00
Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya agar tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Salah satunya akan merubah Perwali No. 67 Tahun 2020, yang isinya hampir sama dengan intruksi pusat terkait PSBB.
 
"Butuh penyempurnaan di Bab V Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Perwali 67 ini tetap mengacu pada Mendagri atau keputusan di atasnya, sehingga kalau ada keputusan lagi di atasnya, kita tidak perlu merubah lagi Perwalinya," kata Whisnu di Surabaya, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Baca: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dituntut 10 Bulan Penjara

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Whisnu mengatakan perubahan Perwali itu nanti cukup diatur dalam Keputusan Wali Kota Surabaya, dengan memasukkan beberapa poin yang ada di dalam instruksi Mendagri.
 
Di antaranya work from home (WFH) 75 persen, tempat perbelanjaan atau mall harus tutup pukul 19.00 WIB, sementara aktivitas lain tetap dibatasi sampai pukul 22.00 WIB, dan membatasi kapasitas pengunjung restoran 25 persen, yang selama ini diatur Perwali maksimal 50 persen.
 
"Kami juga akan membuat surat edaran terkait pengunjung rumah makan dan warkop maksimal 25 persen, dengan menata kursi sesuai kuota, bukan disilang lagi. Karena selama ini tanda silang itu tetap ditempati kalau pengunjung membludak," jelas Whisnu.
 
Tak hanya itu Whisnu mengaku juga akan menggencarkan sweeping kesiapan rumah makan, sehari jelang penerapan PSBB tanggal 11 Januari nanti. "Kita sudah siapkan juga itu nanti H-1 mungkin akan kita sweeping pada seluruh tempat restoran dan rumah makan itu untuk mengecek kesiapan pemberlakuan PSBB tgl 11 Januari nantinya," jelasnya.
 
Terkait PSBB ini, Whisnu mengimbau agar warga Surabaya tidak trauma. Karena sebenarnya PSBB ini sudah hampir sama, dengan keadaan Surabaya sehari-hari yang sudah memasuki new normal. Kegiatan ekonomi tetap jalan tapi protokol kesehatan tetap diperketat sehingga ada beberapa perbedaan sedikit aja.
 
"Disamping itu kita aktifkan kembali kampung tangguh. Kita reaktivasi kembali sehingga bantuannya bisa kita turunkan," ungkapnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif