ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Muncul Gundukan di Puncak Gunung Merapi

Nasional gunung merapi erupsi gunung
Ahmad Mustaqim • 05 Januari 2021 22:30
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut ada gundukan baru teramati di puncak Gunung Merapi. Gundukan itu diduga material baru meskipun harus dipastikan dulu.
 
"Secara fisik magma baru yang ada material lama. Ini harus terus kami pastikan jika itu kubah lava baru," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida di Yogyakarta, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Baca: Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi 2021

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanik menuturkan gundukan itu ada di ujung rekahan bibir kawah 1997 atau sebelah barat daya. Ia menyatakan jika muncul material baru bisa dipastikan volumenya dengan pengamatan lanjutan.
 
"Kalau (kubah lava) sudah di permukaan bisa langsung dihitung diameter dan volumenya. Saat ini belum menghitung, nanti kami akan menghitung berapa bolume kubah lavanya," jelasnya.
 
Hanik belum bisa memastikan kondisi gundukan itu. Posisi gundukan itu ada di tebing kawah. Ia menyebut ada kemungkiban posisi gundukan itu berpindah.
 
"Posisinya (gundukan) saat ini memang di tebing. Ada kemungkinan nanti bisa di tengah. Nanti kami sampaikan datanya (hasil pengamatan)," ungkap Hanik.
 
Menurutnya bukaan di puncak masih berada di bagian tenggara atau arah Kali Gendol. Bila kubah lava nantinya muncul dengan volume besar berpotensi terjadi luncuran material di sudut lai .
 
"Diameter kawah hanya 400 meter (persegi). Potensi (luncuran material) bisa ke barat daya juga," kata dia.
 
Ia meminta BPBD Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang, menyiapkan mitigasi akibat letusan gunung merapi. Di sisi lain sudah teramati titik api diam atau lava pijar di puncak. "Kami imbau masyarakat menghentikan aktivitas penambangan dan wisata," ujarnya.
 
Sampai saat ini, Gunung Merapi masih berstatus siaga sejak 5 November 2020. Selama dua bulan berstatus siaga. BPPTKG mengingatkan agar tak ada lagi aktivitas di kawasan rawan bencana.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif