Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT di Singapura memberikan bantuan untuk korban banjir bandang. Dokumentasi/ istimewa
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT di Singapura memberikan bantuan untuk korban banjir bandang. Dokumentasi/ istimewa

Viktor Laiskodat Apresiasi Bantuan dari Pekerja Migran Asal NTT

Nasional banjir banjir bandang cuaca ekstrem musim hujan bencana alam Bencana Banjir
Medcom • 04 Mei 2021 18:41
Singapura: Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, mengucapkan terima kasih atas kepedulian pekerja migran asal NTT di Singapura yang berinisiatif mengirim bantuan kepada korban banjir bandang di daerahnya. Bantuan sebanyak 20 koli akan dikirimkan pada 9 Mei mendatang dengan melalui jalur laut.
 
"Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan," kata Viktor dalam pembicaraan melalui telepon dengan dua PMI asal NTT, Theresia Nipa Nuban dan Rosa Koa, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Baca: Pelarangan Mudik, Jumlah Penumpang di Solo Turun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rosa mengatakan bantuan yang dikirim tersebut merupakan pakaian, makanan, dan sejumlah obat-obatan. Menurut Viktor bantuan tersebut akan sangat berguna bagi warganya untuk bertahan hidup.
 
"Sudah bersusah payah mau mengumpulkan dan kemudian mengirimkan bantuan merupakan sesuatu yang luar biasa. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya," jelas Viktor.
 
Theresia yang berasal dari Lembata mengatakan ia dan teman-teman ikut bersedih ketika mendengar banjir bandang yang melanda NTT pada 4 April 2021. Ia kemudian mengajak rekan-rekannya mengumpulkan barang yang bisa dikirim membantu saudara-saudara yang terkena musibah.
 
Dari awalnya hanya lima orang kemudian banyak yang ingin ikut berpartisipasi. Bahkan kemudian bukan hanya PMI asal NTT, tetapi juga warga Indonesia seperti Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS) ikut membantu. Jumlah bantuan pun terus bertambah.
 
"Saya sempat bingung bagaimana menyimpan semua barang ini. Beruntung majikan saya yang berusia 93 tahun sangat baik dan mempersilakan rumahnya dipakai untuk penyimpanan barang," kata Theresia.
 
Rosa yang sudah 20 tahun bekerja di Singapura juga bersyukur mendapat dukungan dari majikannya. Masalahnya biaya pengiriman barang dari Singapura ke NTT lebih dari 4.000 dollar Singapura. "Majikan saya ternyata menggalang dana dari teman-temannya dan puji syukur biaya pengiriman ada yang menanggungnya," ujar Rosa.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif