Menpan RB: Menghabiskan Anggaran Bukan Prestasi
Menteri PAN-RB Asman Abnur di Makassar. Medcom.id/ANDI AAN PRANATA
Makassar: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengingatkan segenap pegawai negeri sipil agar mengubah pandangan tentang prestasi kerja. Selama ini, menurut dia, pegawai pemerintahan umumnya menganggap prestasi bisa dinilai dari seberapa besar anggaran belanja yang terserap.

Asman mengatakan kinerja pegawai tidak hanya diukur berdasarkan serapan anggaran. Anggaran yang terpakai mesti jelas seberapa besar manfaat dan hasilnya.

"Jangan seolah-olah sudah habiskan anggaran dianggap sudah prestasi. Tapi begitu kita tanya anggaran yang dihabiskan, manfaat dan hasilnya apa, baru bingung," kata Asman saat membuka rapat koordinasi Kebijakan Standarisasi Jabatan dan Pengembangan Karier SDM Kemenpan RB di Hotel Clarion Makassar, Kamis, 3 Mei 2018.


Asman mengungkapkan bahwa manfaat jadi penilaian kinerja bagi PNS ke depan. Kinerja tidak lagi akan diperhitungkan berdasarkan absensi.

Pegawai yang punya kinerja lebih tinggi berujung pada penerimaan gaji yang lebih besar dibandingkan pegawai lain.

"Saya ingin gaji PNS tidak boleh kalah dengan gaji tenaga korporasi. Tapi, kerjanya juga tidak boleh kalah. Makanya, lakukan inovasi, tiru saja yang sudah berhasil," ujar Asman.

Kementerian PAN RB mencatat Indonesia memiliki 4,35 abdi negara per Maret 2018. Dari jumlah tersebut, 1,6 juta (37,6 persen) di antaranya merupakan tenaga administrasi umum. Mereka yang di kalangan ini, menurut Asman, adalah tenaga tanpa kompetensi khusus selain mengetik.

Menteri Asman ingin reformasi birokrasi, terutama di daerah, dimulai  dari proses seleksi pegawai. Penerimaan CPNS ke depannya berdasarkan kompetensi yang terukur sesuai kebutuhan dan potensi di daerah masing-masing.

Dia berpesann ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar pengusulan formasi CPNS betul-betul sesuai beban kerja dan arah pembangunan daerahnya.

"Saya tidak mau lagi penerimaan pegawai secara gelondongan, harus sesuai kompetensinya. Harus terencana dan terukur jenis pegawai apa yang dibutuhkan," kata Asman.



 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id