Juru bicara Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari. (Foto: Medcom.id/Roylinus)
Juru bicara Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari. (Foto: Medcom.id/Roylinus)

RS Penuh, 106 Pasien Covid-19 Ditangani di Hotel

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 03 Juni 2020 12:30
Jayapura: Sebanyak delapan rumah sakit rujukan di Kota Jayapura, Papua, telah kelebihan kapasitas. Imbasnya, ratusan pasien ditangani di lokasi lain.
 
Juru bicara Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengatakan per Selasa, 2 Juni 2020, jumlah positif covid-19 mencapai 351 kasus. Sebanyak 299 pasien menjalani perawatan, 46 sembuh, dan enam orang meninggal.
 
"Dari jumlah pasien yang masih dirawat, 109 orang di antaranya ditangani di Hotel Sahid karena rumah sakit (rujukan) penuh. Kita juga masih jemput lagi karena kemarin ada tambahan 56 pasien," ujarnya, Rabu, 3 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, di Papua terdapat 16 rumah sakit rujukan covid-19 dan delapan di antaranya ada di Kota Jayapura. Antara lain, RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RS Dian Harapan, RS Provita, RS Bhayangkara, RS Marthen Indey, RS Angkatan Laut, dan RS Jiwa Abepura.
 
“Kalau rumah sakit menampung, kami kirim ke rumah sakit. Ini rumah sakit enggak bisa menampung lagi. Makanya dirawat di hotel untuk pasien yang kondisinya tak bergejala dan ringan. Termasuk, 27 tahanan Polres Jayapura Kota pun saat ini dirawat di Polsek Abepura,” ujarnya.
 
Baca juga:DIY Enggan Buru-buru Terapkan Kenormalan Baru
 
Nyoman memprediksi akan terjadi lonjakan kasus selama sepekan ke depan lantaran 1.000 warga reaktif rapid test dan saat ini tengah menunggu hasil tes swab. Salah satunya rapid test yang dilakukan di Kelurahan Hamadi dengan 1.039 spesimen.
 
"Pengalaman selama ini dari seluruh sampel pasien yang kami kirim ke Litbangkes dan Labkesda, rata-rata 30-40 persen terkonfirmasi positif covid-19,” ungkapnya.
 
Sementara itu, juru bicara Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule mengakui, tingginya kasus secara epidemiologi karena screening dan rapid test di wilayah yang dicurigai terjadi pandemi semakin gencar dilakukan. Seperti di Kelurahan Hamadi dan Entrop.
 
"Tetapi penyebabnya transmisi lokal. Karena masyarakat kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Juga Kota Jayapura terlambat melakukan penutupan bandara dan pelabuhan. Virus terlanjur sudah masuk dan tidak kita ketahui, ditambah masyarakat tak disiplin memicu cepatnya virus ini,” kata Silwanus.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif