ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

90 Persen Kematian Pasien Covid-19 di Surabaya karena Penyakit Penyerta

Nasional Virus Korona
Syaikhul Hadi • 30 Juli 2020 19:16
Surabaya: Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur menyebut sebanyak 90 persen kematian covid-19 di Surabaya disertai penyakit penyerta (komorbid). Hingga 28 Juli 2020 ada sekitar 714 dari 754 orang meninggal karena covid-19 akibat penyakit penyerta.
 
"Yang jelas 90 persen disertai komorbid. Terutama karena kegemukan atau obesitas, diabetes mellitus, dan hipertensi itu yang paling banyak,” kata Ketua Persi Jawa Timur, Dodo Anondo, saat dikonfirmasi, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Baca: Bandara Juanda Tambah Jam Operasional

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dodo mengapresiasi berbagai upaya dan respon cepat yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menekan angka kematian. Namun hal ini juga harus didukung oleh masyarakatnya sendiri dalam menerapkan protokol kesehatan pada kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki komorbid.
 
"Alhamdulillah Pemkot Surabaya itu responnya cepat. Memang dominan komorbid, tapi kita sebenarnya sudah sering mengingatkan kepada orang-orang komorbid itu, terkadang mereka sendiri yang kurang disiplin, terutama kalau ngobrol itu maskernya dibuka," jelas Dodo.
 
Dodo berharap masyarakat yang memiliki penyakit penyerta agar lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan pada kehidupan sehari-hari. Sebab, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 tak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, melainkan masyarakatnya sendiri.
 
"Makanya orang yang memiliki diabetes itu harus terkontrol obatnya, olahraga, dan makanannya. Namun yang penting itu jaga kondisi tubuhnya. Kadang orang lupa kalau memiliki sakit diabetes itu makanannya tidak terkontrol," ujarnya.
 
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menyatakan Pemkot Surabaya sudah menaruh perhatian lebih kepada masyarakat yang dinilai rentan tertular covid-19. Seperti penyakit penyerta, ibu hamil, serta lansia.
 
"Upaya kami adalah mendata pasien-pasien yang rentan dan komorbid. Mulai dari lansia, ibu hamil ditambah dengan pasien komorbid," ungkap Febria.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif