NEWSTICKER
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi Harry Goldenhardt, menunjukan tersangka penyebar informasi bohong tentang virus korona, Selasa, 17 Maret 2020. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi Harry Goldenhardt, menunjukan tersangka penyebar informasi bohong tentang virus korona, Selasa, 17 Maret 2020. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna

ABK Penyebar Hoaks Virus Korona di Kepri Ditangkap

Nasional Virus Korona
Anwar Sadat Guna • 17 Maret 2020 20:28
Batam: Seorang pria berinisial H yang merupakan anak buah kapal (ABK) Kapal Calvin ditangkap Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau karena menyebarkan informasi bohong virus korona.
 
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi Harry Goldenhardt, mengatakan pelaku menyebarkan informasi bohong tersebut melalui akun media sosial facebook.
 
"Tim Patroli Siber Polda Kepri berhasil menganalisa akun facebook pelaku Inisial H yang telah menyebarkan berita hoaks. Dalam akunnya tersebut, H telah membagikan link konten youtube yang mengatakan bahwa Nakhoda CMA CGM Virginia terinfeksi virus korona," kata Harry di Mapolda Kepri, Selasa, 17 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bandara Hang Nadim Disemprot Disinfektan Respons Covid-19
 
Harry menjelaskan informasi bohong tersebut dibagikan di group facebook info loker pelaut oleh pelaku. Mendapat temuan tersebut, penyidik langsung mengonfirmasi ke ke Kemenkominfo terkait kebenaran informasi tersebut. Namun postingan tersebut dinyatakan tidak benar oleh KEmenkominfo.
 
Kemudian pada 16 Maret 2020 jam 20.00 WIB tim Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri bergerak untu melacak keberadaan pelaku dan berhasil menangkapnya. "Anggota kita berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan menangkapnya, lalu kita amankan ke Polda untuk menjalani pemeriksaan," jelas Harry.
 
Harry meminta masyarakat tidak mudah termakan informasi yang belum pasti kebenarannya yang kerap menyebar di media sosial. Harry juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan ke polisi jika menemukan hal serupa di media sosial.
 
"Mari bersama-sama menciptakan suasana tenang di media sosial dan tidak menyebarkan Informasi atau berita-berita hoaks. Beritakanlah informasi yang telah terverifikasi dan berasal dari sumber yang jelas," pungkas Harry.
 
Dalam penangkapan ini polisi menyita barang bukti satu unit handphone beserta sim card, KTP, dan akun facebook milik pelaku.
 
Pelaku akan dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun, 3 tahun dan/atau 10 tahun.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif