Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Hasil Rapid Test, 409 Warga Jabar Positif Covid-19

Nasional Virus Korona
Roni Kurniawan • 01 April 2020 20:58
Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampapikan hasil rapid test (test cepat) yang dilakukan di beberapa kabupaten/kota selama tujuh hari terakhir. Hasilnya dari 10.597 yang dites hingga 31 Maret, 409 orang dinyatakan positif terjangkit virus korona (covid-19).
 
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani, menyampaikan warga yang dinyatakan positif akan diuji lanjutan dengan test swab dan virus transfer media (VTM). Namun, proses ini menunggu sementara karena ketiadaan perangkat di sejumlah daerah.
 
"Test swab-nya dilakukan di kabupaten/kota. Bisa di rumah sakit atau di labkes kabupaten/kota, setelah dilakukan tes swab, hasil tesnya dikirim ke Labkesda Provinsi. Nanti, dari 409 positif korona ini, baru bisa dilihat hasil akhirnya setelah dilakukan PCR oleh Labkesda Provinsi Jabar," ujar Berli di Bandung, Rabu, 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berli menuturkan, Labkesda Provinsi Jabar menunggu kiriman sampel spesimen hasil rapid test dari kabupaten/kota untuk diperiksa ulang. Labkesda Provinsi Jawa Barat, harus berbagi dengan labkes kabupaten/kota dan hanya memberikan tes swab.
 
Baca:Kota Bogor Segera Berlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar
 
"Tes swab hanya diberikan kepada pasien positif berdasarkan hasil tes rapid, atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Untuk menambah persediaan perangkat tes swab, dan VTM , kami juga saat ini mendapat bantuan dari Universitas Padjajaran dan RS Hasan Sadikin, serta sedang meminta tambahan kepada Balitbangkes," terangnya.
 
Pemerintah kabupaten kota diminta segera menelusuri (tracing) riwayat kontak 409 positif covid-19 tersebut. Tugas itu dilakukan Tim screening dari bidang PDP (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan, di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
 
"Secara tupoksi, memang akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh Bidang PDP yang bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi, yang akan mencari riwayat kontak PDP secara berjenjang dari lingkungan yang paling dekat yaitu keluarga dan kemudian lingkungan yang terhubung dengan mereka yang dinyatakan PDP," ungkapnya.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif