Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam rapat terbatas penanganan dan pencegahan virus korona di Semarang, Sabtu malam, 14 Maret 2020.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam rapat terbatas penanganan dan pencegahan virus korona di Semarang, Sabtu malam, 14 Maret 2020.

Local Lockdown di Tegal Akibat Masyarakat Cuek

Nasional Virus Korona virus corona
Siti Yona Hukmana • 28 Maret 2020 17:25
Jakarta: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut penerapan karantina wilayah atau local lockdown di Tegal disebabkan sikap masyarakat. Mereka terkesan cuek dengan keselamatan dirinya di tengah penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Pak Wali Kota Tegal (Dedy Yon Supriyono) gemas, jadi kala itu izin ke saya agar tempat hiburan malam ditutup, dan saya langsung setuju. Lalu, menyusul hiburan malam seluruh Jawa Tengah juga ditutup," kata Ganjar dalam berbincang-bincang Radio Smart FM, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Ganjar menjelaskan Dedy semula hanya melakukan karantina wilayah di kawasan alun-alun. Sebab, masyarakat masih banyak berkumpul di lokasi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maka kemudian alun-alun ditutup, listrik dimatikan agar tidak ada terjadi perkumpulan, pertemuan warga dan kerumunan-kerumunan," jelas Ganjar.
 
Baca: Tegal Cuma Isolasi Kampung, Bukan Lockdown
 
Ganjar tak mempersoalkan keputusan Dedy yang cepat menutup wilayahnya. Menurut Ganjar, langkah itu untuk menyelamatkan warganya dari virus korona.
 
"Jadi, saya rasa niatnya Pak Wali Kota bagus, untuk mencegah penularan penyakit lebih cepat," imbuh Ganjar.
 
Tegal menutup akses keluar masuk kota selama empat bulan. Penutupan dilakukan dengan pemasangan beton movable concrete barrier (MCB).
 
Dedy juga akan mematikan lampu jalan protokol di kota itu. Kebijakan itu dilakukan mulai Senin, 30 Maret 2020-30 Juli 2020.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif