uasana pengerjaan Mega Proyek Makassar New Port, di Makassar,  Sulawesi Selatan, Rabu 27 Maret 2019.
uasana pengerjaan Mega Proyek Makassar New Port, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 27 Maret 2019.

Makassar New Port Diresmikan April Mendatang

Muhammad Syawaluddin • 27 Maret 2019 18:45
Makassar: Pengerjaan mega proyek Makassar New Port (MNP) atau pelabuhan baru Makassar sudah mencapai 95,67 persen. Pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia tersebut bahkan rencananya akan di resmikan pada 1 April 2019 medatang.
 
"Secara total sampai dengan 24 Maret 2019, realisasi fisik pembangunan Makassar New Port Tahap I realisasi agregatenya sudah mencapai 95,67 persen," kata Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 27 Maret 2019.
 
Farid Padang mengungkap bahwa pengerjaan untuk tahap 1, Paket A progresnya sudah 100 persen, Paket B mencapai 96,22 persen dan Paket C sudah berada diangka 85,79 persen. Sehingga, sudah siap untuk diresmikan pada April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih jauh, Farid menjelaskan saat ini, di Tahap I Paket B sedang dilakukan pekerjaan revetment, pengecoran jalur RTGC, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid serta pengerukan. Sedangkan di Paket C sedang dilakukan finishing top layer.
 
"Dalam minggu ini kami target pekerjaan finshing dan perapian untuk Tahap I A sudah selesai," jelasnya.
 
Pihaknya juga sudah mendatangkan delapan unit Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane di MNP sebagai salah satu bentuk komitmen yang kuat dari Pelindo IV untuk menghadirkan pelabuhan besar di Kawasan Timur Indonesia.
 
Kedatangan 8 unit RTG Crane tersebut, menambah alat yang ada di MNP dengan rincian 2 unit Ship to Shoe (STS) Crane, 10 unit RTG Crane, 2 unit Reach Stacker 45 Ton, 1 unit Forklift 32 Ton, 1 unit Forklift 7 Ton dan 12 unit Terminal Tractor.
 
Hingga 2032, MNP direncanakan memiliki dermaga sepanjang 2.184 meter dan luas lapangan penumpukan 106 ha sehingga total kapasitas terpasang 5 juta TEUs per tahun. Panjang dermaga tahap pertama 320 meter dengan luas 22 hektare. 
 
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa mengaku kaget melihat perkembangan Makassar yang tumbuh cukup pesat. Bahkan, kesibukannya menyamai Surabaya.
 
“Saya kaget, yang tadinya kapasitas petikemas di lapangan penumpukan Terminal Petikemas Makassar (TPM) hanya 700.000 TEUs, sekarang sudah lebih dari 1 juta TEUs per tahun,” katanya, saat berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.
 
"Nah oleh karenanya, saya minta kepada Pelindo IV untuk membangun, mereklamasi, melengkapi peralatan-peralatan, melakukan prosedur yang baik, memperhatikan GCG dan juga memperhatikan layanan," ujarnya.
 
Sehingga, Kemenhub sangat mensupport kegiatan yang ada di Makassar ini, apalagi Makassar menjadi pusat di Indonesia Timur.
 
"Dan secara detail saya juga tahu bahwa Makassar ini produk-produk dalam negerinya, produk-produk pertaniannya unik-unik, ada kakao, kacang mete, rumput laut dan lain sebagainya. Ini pasti membuat kekuatan ekonomi masyarakat di Kawasan Indonesia Timur (KTI) semakin bagus,” ungkapnya. 
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif