138 ASN di Sulut Terlibat Pungli
ilustrasi Medcom.id
Manado: Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Utara (Sulut), dilaporkan terlibat pungutan liar (pungli). Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengungkapkan sesuai data, hingga September 2018, ada 138 ASN yang terjerat kasus pungli.

"Jumlah ini relatif kecil kalau dibandingkan dengan daerah lain. Namun, untuk Sulut yang hanya memiliki sekitar 40 ribuan ASN, angka ini tidak sedikit," kata Kandouw, Sabtu, 6 Oktober 2018, di Manado.

Dia menduga, masih banyak ASN yang terlibat kasus pungli selain ke 138 ASN telah dan sedang menjalani proses hukum tersebut.


"Menurut saya ini fenomena gunung es. Yang tertangkap sebanyak 138, (tapi) di bawah masih banyak lagi yang belum ketahuan," ungkapnya.

Untuk itu, dirinya mengatakan pemberantasan pungli sesuai amanat Presiden Joko Widodo merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama.

"Tujuan saber pungli yang paling utama adalah prevent (pencegahan). Karena walaupun  sudah ada saber pungli, tetap saja kita masih temukan oknum -oknum yang melakukan pelanggaran bahkan penyelewengan ini," ujarnya.

Dia pun tak menampik jika hingga sekarang di Sulut masih kerap terjadi kasus pungli. Namun, Kandouw mengklaim kasus itu jauh menurun.

"Apalagi setelah ada kesepakatan antara Kapolri, Mendagri dan Jaksa Agung. Satu sisi mempercepat pembangunan tentang penyerapan anggaran di sisi lain sama-sama mengawasi penyelewengan-penyelewengan terutama saber pungli," tuturnya.

Dia pun meminta agar jajaran yang tergabung dalam saber pungli untuk memperkuat, memperdalam kesadaran, pengetahuannya untuk mencegah pungli.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id