Soerang guru di Kudus disuntik vaksin covid-19 di Gedung PBG. medcom.id/ Rhobi Shani
Soerang guru di Kudus disuntik vaksin covid-19 di Gedung PBG. medcom.id/ Rhobi Shani

Interval Vaksinasi Covid-19 di Kudus Diubah

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Satu Tahun Covid-19 Vaksin untuk Indonesia
Rhobi Shani • 15 April 2021 11:52
Kudus: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mulai melakukan perubahan interval vaksinasi covid-19 untuk guru. Dari 14 hari menjadi 28 hari, untuk memberi waktu pada tubuh membentuk antibodi.
 
Kasi Surveilen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aniq Fuad, mengatakan perubahan interval vaksinasi menyesuaikan panduan yang ditetapkan Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan. Berdasarkan panduan, penyuntikan dosis pertama dan kedua vaksin Sinovac memiliki selang waktu 28 hari. Semula interval penyuntikan selama 14 hari.
 
"Rentang yang lebih lama dapat memberikan waktu bagi tubuh untuk membentuk antibodi dengan lebih maksimal," kata Aniq, Kamis, 15 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semula interval vaksinasi 14 hari itu untuk mempercepat vaksianasi dan pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok. Kini hal itu sudah mulai dirasakan dampaknya.
 
Baca: Satgas: Vaksin Nusantara Harus Ikuti Standar WHO
 
"Saat ini sudah banyak masyarakat yang tervaksinasi dan angka kasus covid di Kudus mengalami penurunan. Hal ini menandakan herd immunity sudah mulai terbentuk," terangnya.
 
Aturan baru interval vaksinasi ini sudah mulai diberlakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Salah satunya, vaksinasi covid-19  kepada 740 guru yang akan melakukan ujian sekolah tatap muka pada 19 April 2021.
 
Penyuntikan vaksin dosis pertama pada 740 guru akan dilakukan pada Jumat, 16 April dan Sabtu, 17 April di RSIA Miriam dan RS Mardi Rahayu Kudus. Untuk penyuntikan vaksin dosis kedua akan diberikan 28 hari setelahnya.
 
"Untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya guru wajib divaksin.  Penyuntikan vaksin akan merangsang tubuh untuk melakukan pembentukan antibodi. Dan ini menjadi bekal imunitas di tengah pandemi," beber Aniq.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif