Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

16 Desa di Jepara Konsisten Zona Hijau Covid-19

Nasional Virus Korona zona hijau Protokol Covid-19 Ingat Pesan Ibu
Rhobi Shani • 23 Oktober 2020 17:04
Jepara: Sebanyak 16 desa dari sembilan kecamatan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, zona hijau sejak awal pandemi covid-19. Sebagian besar desa-desa tersebut berada di wilayah pegunungan dan kepulauan.
 
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan desa-desa zona hijau selama masa pandemi lantaran mobilitas warganya kecil. Aktifitas warga banyak di desa itu sendiri.
 
"Itu karena desa-desa tersebut mobilitas masyarakatnya sedikit, sehingga kemungkinan kontak kecil. Itu biasanya desa-desa di wilayah pegunungan," ujar Muh Ali, pada Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data pada laman corona.jepara.go.id, desa yang masih mempertahankan zona hijau yaitu Desa Papasan Kecamatan Bangsri. Kemudian Desa Bandung dan Bungu Kecamatan Mayong.
 
Baca:Puluhan Warga Jepara Terjaring Patroli 3M dalam Semalam
 
Lalu Desa Tanggultlare dan Mangunan di Kecamatan Kedung dan Tahunan. Selanjutnya, di Kecamatan Donorojo ada dua desa, yaitu Desa Sumber Rejo dan Jugo.
 
"Di Kecamatan Naumsari ada Desa Jatisari, di Kecamatan Kembang itu Desa Dudakawu, dan di Kecamatan Keling ada tiga desa, yaitu Desa Tempur, Watuaji, dan Kunir," kata Muh Ali.
 
Untuk wilayah kepulauan, yaitu Kecamatan Karimunjawa, empat desa di wilayah ini masih dalam zona hijau sejak awal pandemi. Yaitu Desa Karimun, Kemujan, Parang, dan Nyamuk.
 
Bupati Jepara, Dian Kristiandi, meminta masyarakat yang desanya zona hijau sejak awal pandemi untuk dipertahankan. Keberhasilan desa-desa itu diharapkan dapat dicontoh desa-desa lain dalam menekan penularan dan penyebaran covid-19.
 
"Ini merupakan embrio yang patut di contoh oleh desa lain. Pola seperti apa yang mereka gunakan untuk menekan laju pertumbuhan Covid," terang Dian.
 
Baca:Bupati Cirebon Sebut 3 Cara Lenyapkan Covid-19
 
Kepala Desa Kunir, Sucipto, mengatakan keberhasilan menjaga zona hijau tidak lepas dari peran kelompok perempuan. Sebab ibu-ibu dinilai lebih sering bertemu dengan warga lainnya. Sehingga efektif untuk dijadikan juru kampanye penerapan protokol kesehatan.
 
"Sebagian besar anggota Satgas Jogo Tonggo kelompok perempuan. Tampaknya kaum perempuan ini cukup efektif, untuk mensosialisasikan tentang bahaya covid-19," kata Sucipto.
 
Pemerintah melalui Satgas covid-19 atau #satgascovid19 juga tak bosan-bosannya terus menyosialisasikan kampanye #ingatpesanibu yakni jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakai masker, #jagajarak dan #hindarikerumunan serta #cucitangan #cucitanganpakaisabun.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif