NEWSTICKER
Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil meresmikan loket elektronik kantor pertanahan di Kota Tangerang, Banten. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil meresmikan loket elektronik kantor pertanahan di Kota Tangerang, Banten. (Foto: Medcom.id/Hendrik)

Kota Tangerang Jadi Model Percontohan Kantor Pertanahan di Indonesia

Nasional pertanahan
Antara, Hendrik Simorangkir • 16 Januari 2020 16:07
Tangerang: Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menjadikan Kota Tangerang, Banten, sebagai model percontohan kantor pertanahan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan peresmian loket elektronik kantor pertanahan.
 
"Ini menjadi model bagi seluruh Kantor BPN di Indonesia, karena memang sasaran kita adalah tingkat pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik," ujarnya, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Loket dan aplikasi elektronik milik BPN, kata Sofyan, diharapkan dapat menjangkau seluruh pertanahan di Indonesia. Ia menargetkan pada 2025 tiada lagi sengketa tanah karena semuanya telah terdaftar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita berharap ini bisa tercapai, dan berkurang juga antrean di kantor BPN sampai 40 persen. Kemudian pada 2024 seluruh Kantor BPN di Indonesia sudah berbasis elektronik," katanya.
 
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, loket elektronik diharapkan mampu mendorong dan memudahkan masyarakat mengurus pemberkasan sertifikat tanah.
 
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih. Kita siap mendukung dan tentunya masyarakat Kota Tangerang akan terlayani lebih mudah," jelas Arief.
 
Untuk mendorong masyarakat mendaftarkan tanahnya, Arief siap memfasilitasi BPN terkait data sehingga pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang bisa lebih optimal.
 
"Mudah-mudahan kita bisa terus bekerja sama, karena tadi datanya sebagian ada dari kantor Bappenda kita," katanya.
 
Apalagi di era transparansi saat ini, menurut Arief terobosan termudah untuk mendorong penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) adalah dengan menggunakan sistem berbasis elektronik.
 
"Jadi masyarakat bisa pakai fasilitas aplikasi daring milik BPN. Sehingga masyarakat bisa memantau prosesnya sampai di mana dan kendalanya apa, supaya tidak timbul kerancuan dan keraguan, nanti detailnya masyarakat bisa tanyakan BPN," jelasnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif