Kuasa hukum dan keluarga korban bersama di Mapolresta Sidoarjo. Medcom.id/Syaikhul Hadi
Kuasa hukum dan keluarga korban bersama di Mapolresta Sidoarjo. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Penganiaya Anak di Sidoarjo Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nasional penganiayaan anak
Syaikhul Hadi • 25 Juli 2019 22:18
Sidoarjo: Kejaksaan Negeri Sidoarjo telah merampungkan berkas kasus penganiayaan anak di Sidoarjo yang terjadi pada Januari 2018. Jaksa menunggu penyerahan barang bukti dan tersangka dari Penyidik Polresta Sidoarjo untuk segera dibawa ke meja hijau.
 
Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo Gatot Haryono menyebut penganiayaan anak yang dilakukan oknum satpol PP Sidoarjo tersebut P-21 sejak 28 Juni 2019. "Hanya tinggal barang bukti dan tersangka yang belum (diserahkan)," singkat Gatot saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Juli 2019.
 
Keluarga Korban penganiayaan anak bersama Tim Lembaga Bantuan Hukum Wong Cilik sempat mendatangi Mapolresta Sidoarjo, Kamis, 25 Juli 2019, siang. Keluarga mempertanyakan kelanjutan kasus penganiayaan terhadap anaknya yang tak kunjung selesai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus penganiayaan dilaporkan 28 Januari 2018. Korban berinisial NP, 12, dianiaya Bambang asal Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Terlapor merupakan anggota Satpol PP.
 
"Kasus ini harus segera diusut. Kasihan mereka yang menjadi korban. Apalagi korbannya ada tiga anak. Polisi harus serius menangani masalah tersebut," kata kuasa hukum korban, Eko Purnomo di Mapolresta Sidoarjo.
 
Kasus ini bermula saat orang tua korban mengetahui anaknya yang masih siswa SD menerima perlakuan kasar Bambang. Diduga ada keselahpahaman terlapor yang merupakan orang tua teman korban.
 
Korban bersama dua temannya sedang bermain di dekat rumah terlapor. Tetangga menyebut NP perundung anaknya di sekolah ke istri Bambang.
 
Bambang tiba-tiba keluar dari rumahnya dan mengejar korban bersama dua temannya. Terlapor sempat menanyakan salah satu nama yang dimaksud. Namun ketiganya tidak ada yang menjawab.
 
Ketiga anak mendapat perlakuan kasar dari terlapor. Usai dipukul di bagian kepala, korban langsung pulang ke rumah dan sempat mengaku akan pingsan. Korban tidak berani mengungkap kejadian sebenarnya ke orang tuanya. Kekerasan ini terungkap saat kedua teman NP mengungkap kekerasan Bambang.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif