Ibnu Rahim dan Arif Budianto ditangkap polisi diduga edarkan sabu. Foto: Medcom.id/Farhan D
Ibnu Rahim dan Arif Budianto ditangkap polisi diduga edarkan sabu. Foto: Medcom.id/Farhan D

Pesinetron Ibnu Rahim Ditangkap Mengedarkan Sabu

Nasional narkotika
Farhan Dwitama • 24 Oktober 2019 19:17
Tangerang: Ibnu Ibrahim, 19, ditangkap jajaran Polres Tangerang Selatan, Kamis, 24 Oktober 2019, diduga mengedarkan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi. Petugas menyita barang butkri 1,06 gram sabu dan lima butir pil ekstasi.
 
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan menerangkan, penangkapan mantan pemeran Bulek dalam sinetron Si Madun itu dilakukan berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya. Pihaknya juga menangkap Arif Budianto, selaku kurir barang haram tersebut.
 
"Jadi ini adalah pengembangan yang kami lakukan sebelumnya, dua pelaku berinisial II dan AB, ditangkap di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Salah satunya, memang pernah sebagai artis," kata Ferdy, di Tangsel, Kamis, 24 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari pengakuan tersangka II, penyidik memastikan Ibnu adalah pengedar sekaligus pengguna. Ibnu diketahui sudah satu tahun mengdarkan sabu.
 
"Tersangka kita kenakan status sebagai pengedar. Keterangan dari tersangka sudah lebih dari satu tahun memakai dan mengedarkan juga," jelasnya.
 
Total barang bukti sabu yang disita seberat 1,06 gram. Sabu dipecah dalam empat paket kecil siap edar.Sedangkan lima butir pil ekstasi dimasukkan ke dalam satu paket plastik kecil, yang merupakan sisa dari penjualan.
 
"Ini sisa dari yang diedarkan tersangka, awalnya pil ekstasi ada 20 butir, saat ini tinggal lima butir. Jadi ada yang dipakai dan ada yang dijual," ungkapnya.
 
Ibnu ditangkap petugas Reserse Narkoba Polres Tangsel, di fly over di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 23 Oktober 2019. Kala itu, Ibnu sedang mengambil paket narkoba dari seorang kurir, Arif Budianto, 27, di lokasi.
 
Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif