Petugas kebersihan membersihkan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di Taman Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. (Foto: MI/Bary Fathahilah(
Petugas kebersihan membersihkan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di Taman Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. (Foto: MI/Bary Fathahilah(

TPA Sampah Ilegal Menjamur di Depok

Nasional sampah lingkungan hidup
Kisar Rajaguguk • 22 September 2019 11:45
Depok: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah ilegal menjamur di Kota Depok, Jawa Barat. Sejumlah TPA ilegal tumbuh di jalur hijau, permukiman, kolong jembatan, situ, bantaran kali, dan jalan raya.
 
Salah satu TPA berada di pinggir jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) RT 003 RW 07, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, dengan timbunan sampah mencapai lima meter. Gunungan sampah di jalur hijau itu didominasi sampah plastik.
 
Selain menimbulkan aroma tidak sedap, timbunan sampah tersebut juga membuat aliran Situ Pengarengan berwarna hitam dan mengganggu aktivitas warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Marsinah, warga Gang Mesjid RT 003 RW 07 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mengaku dipusingkan dengan bau sampah di jalur hijau tol Cijago yang bersebelahan dengan Situ Pengarengan itu. Selain bau tak sedap, kawanan serangga juga bahkan masuk ke rumah-rumah warga.
 
"Kami terpaksa menutup pintu, jendela, dan ventilasi agar lalat-lalat tidak masuk ke dalam rumah, " keluh Marsinah, Minggu, 22 September 2019.
 
Menurut Marsinah, tumpukan sampah-sampah di jalur hijau tol Cijago adalah sampah milik warga Gang Mesjid dan warga perumahan Kelurahan Cisalak dan Kelurahan Tugu.
 
"Dulu sampah mereka dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara ( TPS) dibelakang Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor. Setelah TPS di belakang Pasar Cisalak ditutup, warga Kelurahan Cisalak dan Kelurahan Tugu kemudian membuang sampahnya ke jalur hijau tol Cijago," ujarnya.
 
Dikatakannya, sejumlah warga bahkan mengalami sesak napas. Marsinah yang juga mengalami riwayat sakit asma semakin disulitkan dengan bau busuk dari sekitar rumahnya.
 
"Kadang di sini ada angin berputar. Itu sampah juga berterbangan bahkan sampai masuk rumah, " kata dia.
 
Senada, warga di RT 009 RW 02 tepatnya di belakang Pasar Agung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya juga mengeluhkan adanya TPA ilegal. Tumpukan sampah di permukiman itu menggunung hingga tiga meter.
 
Berta, warga RT 009 RW 02 yang rumahnya berjarak 100 meter dari TPA liar mengatakan bau busuk sampah di sekitar rumahnya sangat mengganggu. " Pusing mencium baunya, menyengat banget," kata Berta.
 
Pengakuan Berta, sudah dua bulan sampah tersebut dibiarkan begitu saja di lokasi. Akibat banyaknya sampah yang membusuk membuat permukiman diserbu belatung.
 
"Sudah dua bulan enggak diangkut. Warga jadi terganggu aktivitasnya. Banyak belatung, " ujarnya.
 
Berta menjelaskan, ada beberapa petugas kebersihan yang datang untuk mengangkut sampah. Namun petugas hanya datang sekali setiap dua bulan. Paling cepat, kata dia, satu kali sebulan namun sampah yang diangkut tidak semuanya.
 
"Kalau hujan tambah parah, bau busuknya menyengat sampai warga harus tutup hidung. Itu cuma sebagian kecil saja," ucapnya.
 
Menanggapi menjamurnya TPA ilegal di Kota Depok, Kepala bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyai Gumilar mengatakan akan segera menindaklanjuti hal tersebut.
 
"Tumpukan sampah di jalur hijau tol Cijago, belakang Pasar Agung, bantaran kali, situ, jalan raya, dan sebagainya kita segera angkut ke TPA Cipayung," kata Iyai.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif