NEWSTICKER
Gunungan sampah di TPST Piyungan. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Gunungan sampah di TPST Piyungan. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

TPST Piyungan Kelebihan Sampah Sejak 2014

Nasional pengelolaan sampah
Ahmad Mustaqim • 03 Februari 2020 14:17
Yogyakarta: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, kelebihan kapasitas sejak 2014.
 
Kepala DLHK DIY Sutarto mengungkapkan sampah yang masuk ke TPST Piyungan mencapai 600 ton per hari. Sampah berasal dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul.
 
"Persentasenya, 37 persen sampah organik, 22 persen sampah plastik. Sampah plastik ini yang masih jadi keprihatinan," kata dia, Senin, 3 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sutarto tingginya pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu penyebab banyaknya sampah. Sampah tak hanya dari warga, namun juga wisatawan. Kala musim liburan, volume sampah bahkan mencapai 700 ton per hari.
 
Sutarto mengatakan pihaknya sudah berkali-kali menyosialisasikan pengolahan sampah rumah tangga, termasuk sampah plastik secara mandiri. Kendati tak mengurangi volume sampah, paling tidak sampah dikelola sebelum dibuang ke tempat akhir.
 
"Kesadaran masyarakat (soal memperlakukan sampah) setidaknya terbangun, tapi memang itu butuh waktu," ungkapnya.
 
Di sisi lain, pihaknya juga berencana membuat terasering agar TPST mampu menampung sampah lebih banyak. "(Terasering) agar masih ada ruang untuk membuang sampah. Setidaknya mengurangi tumpukan," jelas dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif