ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Kisah Keluarga Dokter yang Terpapar Covid-19

Nasional Virus Korona
Fajri Fatmawati • 14 Agustus 2020 02:10
Aceh: Ayu, seorang istri dari dokter yang dinyatakan positif terpapar covid-19 mengungkapkan kesedihan mendalam. Dia harus menyemangati suaminya meski hanya melalui layar smartphone.
 
Suaranya nampak parau ketika menahan kesedihan yang ia bendung saat bercengkerama.
 
"Tidaklah mudah ketika berbicara dengannya harus selalu ceria walaupun setelah itu hanya bisa menangis tanpa sepengetahuannya, tidak mudah mengalaminya ketika kita di sini tidak memiliki saudara," kata Ayu, saat dihubungi Medcom.id di Banda Aceh, Kamis, 13 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Semarang Andalkan Sanksi Sosial untuk Terapkan Protokol Kesehatan
 
Walaupun setelah itu ia tak kuasa membendung kesedihan dan kerinduannya, air matanya terjatuh membasahi pipi usai menutup telepon dari sang suami. Kesedihannya memuncak ketika harus berhadapan dengan situasi yang sangat genting di saat dirinya sebatangkara tanpa sanak saudara dalam perantauan di tengah pandemi covid-19.
 
Dia mendapat kabar pahit dari suaminya yang berprofesi sebagai dokter. Berdasarkan hasil swab, suaminya dinyatakan positif terjangkit covid-19.
 
"Tidak mudah, sungguh, saat itu banyak hal yang harus dikhawatirkan," ujar Ayu.
 
Ayu merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang putra yang masih balita. Suaminya sedang menjalani pendidikan di salah satu universitas di Indonesia.
 
"Suamiku seorang dokter residen yang sedang menempuh pendidikan, kami dalam perantauan saat ini. Di tengah pandemi covid-19 ini sudah pasti tenaga medis adalah garda terdepan," ucap Ayu.
 
Ayu mengatakan suaminya tidak mengalami gejala apapun sebelum melakkan pengecekan hingga akhirnya dinyatakan positif covid-19. Setelah dilakukan screening, suaminya tersebut berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan harus diisolasi di rumah sakit.
 
Setelah itu dilakukan cek swab dua kali, hari pertama dan kedua. "Nah ketika hasil keluar ternyata suamiku positif covid-19. Panik stres depresi itu uda pasti buat mereka yang memiliki keluarga di rumah dan juga anak kecil, suamiku mengabariku dan menyuruhku untuk langsung tes swab," ungkapnya.
 
Saat mendapat kabar tersebut, Ayu langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan diri bersama anak-anak. Dia mengaku cemas karena khawatir akan kondisi anak-anaknya. Dia mengaku berada di Aceh sedang merantau dan tidak ada saudara yang bisa dimintai tolong.
 
"Aku sempat berfikir kalau sesuatu terjadi kepadaku atau suamiku, kemana harus aku titipkan anak-anak. Aku harus memikirkan langkah-langkah selanjutnya," jelas Ayu.
 
Perasaan campur aduk, ketika menunggu hasil cek laboratorium seperti menunggu vonis hukuman. Kemudian malam ketika keluar hasilnya, Ayu bersyukur hasil pemeriksaan dia anak-anaknya sama sekali tidak memiliki gejala covid-19 dan kedua buah hatinya juga dinyatakan negatif.
 
"Tangisan pecah saat medapati kabar baik di tengah kabar buruk itu. Lagi-lagi akupun tak bisa menahan rasa yang berkecamuk di dalam hati. Ya, walaupun demikian suamiku juga sangat bersyukur bahwa dia tidak menularkan virus itu kepada kami," beber Ayu.
 
Baca: IDI Aceh Usulkan Jam Malam Hingga PSBB
 
Maski demikian, Ayu dan anaknya perlu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan selama isolasi itu pula dirinya tidak mengalami gejala apapun. Setelah 14 hari kami melewatinya tanpa ada gejala apapun, Ayu bebas dari karantina mandiri dan fokus memikirkan suaminya yang berada di ruang isolasi.
 
Ayu mengaku tidak mudah melewati masa ini, banyak hal yang harus dikhawatirkan. jutaan orang bisa terpapar dan siapa saja bisa tertular virus ini. Namun Covid-19 bukan lah aib tapi stigma masyarakatlah yang membuat kita harus menutup diri.
 
Saat itu Ayu hanya bisa bersabar menunggu hasil perkembangan kesehatan sang suami yang sudah 33 hari dirawat karena covid-19.
 
Untungnya memasuki bulan Ramadan lalu, sang suami dinyatakan sembuh dan negatif dari virus korona, Melawan covid-19 merupakan perjuangan yang sangat berat dilewati sang suami yang juga seorang pahlawan di garda terdepan.
 
Ayu berpesan terutama kepada seluruh masyarakat Aceh dan seluruh masyarakat indonesia, agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19.
 
Kini dokter yang sempat dirawat sebagai pasien positif covid-19 tersebut dapat berkumpul kembali bersama istri dan kedua putranya di rumah, meski harus tetap menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.
 
Isolasi mandiri sudah dilalui dan kini sang dokter dapat kembali memeluk hangat anak-anak dan istri tercintanya tanpa ada jarak seperti waktu ia harus menjalani isolasi di rumah sakit. "Tolong patuhi protokol kesehatan demi kita semua. Karena cukup kami yang rasa, kalian jangan," ujar Ayu.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif