ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Wlingi, Blitar, dan Malang Dinilai Perlu Sosialisasi Mitigasi Gempa

Nasional gempa bencana Gempa Bumi bencana alam Jawa Timur
Antara • 21 November 2021 10:00
Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan wilayah Wlingi, Blitar, Malang, dan sekitarnya merupakan daerah rawan gempa. Daerah tersebut dinilai perlu digalakkan sosialisasi mitigasi gempabumi.
 
Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan sejarah mencatat gempa merusak pernah melanda wilayah itu.
 
Pada 15 Agustus 1896 wilayah Wlingi, Blitar, Malang dan sekitarnya mengalami gempa dengan skala intensitas (VI MMI), 20 November 1958 (VIII MMI), dan 19 Februari 1967 (VIII MMI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gempa merusak terakhir di wilayah ini terjadi pada 10 April 2021 (M6,1) dan 21 Mei 2021 (M 5,9) yang menimbulkan kerusakan banyak bangunan rumah," kata Daryono dalam keterangan pers, Minggu, 21 November 2021.
 
Baca: Anak Usia 12 Tahun ke Atas di Tebing Tinggi Dapat Vaksinasi Covid-19
 
Sebagai upaya mitigasi gempabumi, Daryono menilai, maka sosialisasi mitigasi di daerah Wlingi, Blitar, Malang dan sekitarnya harus digalakkan agar masyarakat dapat memahami sumber gempa dan bahayanya.
 
Ia mengatakan satu hal yang penting dipahami bahwa gempa bukanlah pelaku utama penyebab jatuhnya korban dan luka-luka saat terjadi gempa.
 
"Justru robohnya bangunan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa meninggal dan luka-luka, untuk itu merealisasikan terbangunnya rumah tahan gempa dan rumah ramah gempa bagi masyarakat harus diwujudkan agar masyarakat kita selamat dari gempa," jelasnya.
 
Pada hari ini BMKG menyampaikan pukul 04.02 WIB terjadi gempa tektonik terjadi di wilayah Wlingi, Blitar, dan Karangkates yang dipicu aktivitas sesar aktif.
 
Getaran akibat gempa ini dirasakan di Wlingi, Blitar, Karangkates dan sekitarnya dalam skala intensitas II MMI, dimana getaran dirasakan warga dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
 
Daryono mengemukakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo 3.3. dengan episenter terletak pada koordinat 8,21 LS dan 112,33 BT tepatnya di darat pada jarak 15 km arah tenggara Kabupaten Blitar Jawa Timur pada kedalaman 10 km.
 
"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif di sekitar Wlingi," ungkapnya.
 
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hingga pukul 05.30 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif