Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa. (Foto: MI/Widjajadi)
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa. (Foto: MI/Widjajadi)

Pemkot Solo Minta Sekolah Antisipasi Klaster PTM

Nasional pandemi covid-19 Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka Klaster Covid-19 di Sekolah
Media Indonesia.com • 23 September 2021 14:00
Solo: Munculnya klaster sekolah di Jawa Tengah terkait penularan covid-19 yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) membuat Pemerintah Kota Solo meminta kepada seluruh pengelola sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan. 
 
"Meski vaksinasi siswa didik di Kota Solo sudah mencapai 80 persen lebih, tetapi kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan covid-19 menjadi kewaspadaan utama dalam pelaksanaan PTM," kata Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Kamis, 23 September 2021.
 
Teguh meyakini kekebalan komunal terhadap lingkungan sekolah di Kota Solo sangat aman, karena dari total 73 ribu siswa, program vaksinasi covid-19 sudah mencapai 80 persen lebih dan semua guru pun sudah genap divaksin. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun ketika kita mendengar bahwa pelaksanaan PTM di sejumlah kota di Jawa Tengah, seperti Jepara, Purbalingga, dan Semarang terjadi klaster, Pemkot bersama Dinas Pendidikan langsung koordinas dengan Dinkes melakukan skrining terhadap SMKN 2 Solo yang kita pandang memiliki jumlah siswa peserta PTM terbanyak," imbuh dia. 
 
Baca juga: Acara Haul Ki Ageng Gribig Digelar dengan Protokol Kesehatan
 
Sementara, Random testing swab antigen yang dilakukan di SMKN 2 Solo pada Rabu, 22 September 2021, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya klaster sekolah.
 
"Kemarin itu, ada total 170 siswa dan guru di SMKN 2 Surakarta dilakukan tes swab. Hasilnya tidak ada yang dinyatakan positif covid-19. Kita sudah woro woro, setiap sekolah harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi di sekolah Kota Solo," tegas Teguh.
 
Begitu halnya untuk sekolah tingkat SMP yang baru akan melaksanakan PTM pada 24 September juga sudah diwanti wanti. Jika ada siswa diragukan kesehatannya, harus dipisahkan dan tidak boleh masuk.
 
Seluruh sekolah juga harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk kedisplinan prokes selama PTM yang digelar secara menyeluruh, sebagai bentuk kesiapan dan kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19.
 
"Pokoknya begitu ada gelagat tidak baik, harus disiapkan random test, agar semua aman. Wali Kota Gibran sudah mewanti-wanti itu dan Dinkes harus siaga melaksanakan tes swab di lapangan," jelasnya. (Widjajadi)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif