Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Medcom.id/Roni Kurniawan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Medcom.id/Roni Kurniawan

Heboh Ustaz di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Ridwan Kamil: Biadab!

Nasional ridwan kamil pemerkosaan pelecehan seksual kota bandung kekerasan seksual
Adri Prima • 08 Desember 2021 23:51
Bandung: Seorang ustaz di Kota Bandung, Jawa Barat, didakwa melakukan pemerkosaan terhadap belasan santriwati secara berulang-ulang hingga hamil dan melahirkan. 
 
Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali, mengatakan korban pemerkosaan oleh HW berjumlah 12 orang. Korban yang masih di bawah umur merupakan santriwati dari salah satu pesantren di wilayah Cibiru, Kota Bandung.
 
"Kalau dari data yang saya dapat ada 12 orang korban. Korbannya rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun," ucapnya.
 
Berita menggemparkan tersebut akhirnya ditanggapi langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Melalui akun media sosialnya, Kang Emil menuliskan 5 poin merespons kejadian yang mencoreng nama baik Kota Bandung tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini," tulis Ridwan Kamil.
 
Dalam unggahan tersebut, Kang Emil juga meminta pelaku diberi hukuman seberat-beratnya.
 
Berikut ini respons Ridwan Kamil dikutip dari akun instagram @ridwankamil:
 
1. Pelaku sudah ditangkap polisi dan sedang diadili di pengadilan. Tempat bersekolahnya sudah langsung ditutup. Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini.
 
2. Anak-anak santriwati yang menjadi korban, sudah dan sedang diurus oleh tim DP3AKB provinsi Jawa Barat untuk trauma healing dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya.
 
3. Meminta forum institusi pendidikan/forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran.
 
4. Juga agar aparat setempat di level desa/kelurahan agar selalu memonitor setiap kegiatan publik yang berada di wilayah kewenangannya.
 
5. Kepada para orang tua, diminta rajin dan rutin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama, sehingga selalu up to date terkait keseharian anak-anaknya.
 
"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga keadilan bisa dihadirkan oleh pengadilan kepada kasus ini. Hatur nuhun," tutup kang Emil. 
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif