Suasana rapat koordinasi dengan tim Khusus DPPA Kota Makassar menyikapi kegiatan laga tarung bebas yang melibatkan anak dibawah umur yang viral di media sosial, dikantor DPPA Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/8/2021). ANTARA/Darwin Fatir.
Suasana rapat koordinasi dengan tim Khusus DPPA Kota Makassar menyikapi kegiatan laga tarung bebas yang melibatkan anak dibawah umur yang viral di media sosial, dikantor DPPA Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/8/2021). ANTARA/Darwin Fatir.

Pemkot Makassar Bentuk Timsus Cegah Tarung Bebas Ilegal Anak

Antara • 06 Agustus 2021 21:53
Makassar: Pemerintah Kota (Pemko) Makassar melalui Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membentuk tim khusus (timsus) guna mencegah keterlibatan anak dibawah umur mengikuti laga tarung bebas ilegal. Laga tersebut diduga terorganisir oleh kelompok tertentu yang tengah dikejar aparat kepolisian.
 
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menghentikan kegiatan ilegal itu, apalagi melibatkan anak di bawah umur sebagai peserta petarungnya," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPPA Makassar Andi Arlina, Jumat, 6 Agustus 2021. 
 
Ia menegaskan laga tarung bebas itu ilegal itu sangat mempengaruhi psikologi anak di tengah pandemi covid-19. Apalagi, sengaja disebar melalui media sosial yang bisa memengaruhi emosional anak yang masih labil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya pun mendukung dan mengapresiasi langkah kepolisian dalam hal ini Polretabes Makassar dan Polda Sulsel terkait pengungkapan peristiwa itu. Sebanyak delapan orang ditangkap, yakni dua petarung dan enam penontonnya rata-rata berusia remaja.
 
Namun, dalang dari kegiatan itu belum terungkap sehingga perlu perhatian khusus dari semua pihak terkait. Polisi telah melepaskan enam penonton dan menetapkan dua orang peserta tarung sebagai tersangka. 
 
Baca: 2 Orang Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Tarung Bebas Ilegal di Makassar
 
Andi menyarankan sebaiknya dua orang anak itu mendapat asesmen dari DPPA untuk mengetahui apa motif dan motivasinya mengikuti pertarungan berbahaya itu.
 
"Kita mengimbau kepada seluruh orang tua agar ketat menjaga anaknya, apalagi ikut-ikutan pada kegiatan ilegal itu. Kepolisian juga diminta memantau jangan sampai kegiatan itu terulang kembali, karena ajang tersebut merusak mental anak," tutur Andi. 
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif