Seorang warga memperbaiki pipa saluran air untuk pertanian usai diterjang banjir bandang di Kampung Cileles, Desa Cintamanik, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)
Seorang warga memperbaiki pipa saluran air untuk pertanian usai diterjang banjir bandang di Kampung Cileles, Desa Cintamanik, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)

Sempat Bersihkan Rumah, Ratusan Korban Banjir Bandang Garut Kembali Mengungsi

Nasional banjir banjir bandang Bencana Banjir banjir bandang garut
Media Indonesia.com • 29 November 2021 09:01
Garut: Ratusan warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali mengungsi ke Gelanggang Olahraga (GOR) Damanhuri, Desa Cintamanik, Kecamatan Karangtengah.
 
Para pengungsi itu sebelumnya sempat membersihkan material lumpur yang menerjang rumahnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut jumlah warga yang kembali mengungsi sebanyak 102 orang.
 
"Ratusan pengungsi memang sebelumnya itu sempat membersihkan rumah pagi hari. Siangnya mereka kembali ke posko darurat di GOR Damanhuri dan rumah saudara yang lebih aman. Sebab hujan masih turun, warga masih trauma," terang Kepala BPBD Garut Budi Satria, Minggu, 28 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, para pengungsi yang kembali ke posko darurat bencana lantaran masih takut kembali ke rumah. Warga khawatir akan bencana banjir bandang susulan saat cuaca hujan.
 
Baca juga: Banjir Tak Kunjung Surut, 214 Warga Pekalongan Bertahan di Pengungsian
 
Banjir bandang tersebut telah menyebabkan ketinggian air di rumah warga mencapai 50 sentimeter dan peristiwa itu baru pertama kali terjadi.
 
"Banyak warga mengatakan, banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah itu baru kali pertama terjadi. Selama di GOR Damanhuri warga tetap diminta menerapkan prokes ketat dan harus selalu memakai masker," ujarnya.
 
Sementara itu, Petugas kesehatan Puskesmas Karangtengah, Atep Tajul Arifin, mengatakan, banjir bandang yang terjadi menyebabkan 102 orang di antaranya 36 anak-anak mengungsi ke GOR. Mereka sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan rata-rata mengalami pusing dan trauma atas bencana banjir bandang tersebut. 
 
Sementara itu, pengungsi balita juga mulai terserang penyakit. Beberapa di antaranta sudah dibawa ke Puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit.
 
"Kami akan memantau kondisi para pengungsi. Dinas Kesehatan juga telah menyediakan stok obat bagi mereka," paparnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif