Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E. Zulpan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Oktober 2021. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E. Zulpan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Oktober 2021. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin

Penanganan Kasus Perkosaan Tiga Anak Akan Dialihkan ke Polda Sulsel

Nasional kejahatan seks pemerkosaan kekerasan seksual
Muhammad Syawaluddin • 23 Oktober 2021 03:06
Makassar: Penanganan kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga anak oleh bapak kandungnya dalam waktu dekat akan diambil alih oleh Polda Sulawesi Selatan.
 
"Saya infokan, kemungkinan besar kasusnya akan ditarik ke Polda Sulsel," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E. Zulpan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Oktober 2021.
 
Baca: Sonny Harsono Jadi Nama Lapangan Pusdiklantas ISDC Serpong

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zulpan mengatakan saat ini tim dari Polres Luwu Timur di backup dari Polda Sulawesi Selatan masih berada di Luwu Utara melakukan pemeriksaan lanjutan terkait kasus yang saat ini menjadi pusat perhatian masyarakat.
 
Ia juga mengimbau kepada ibu dari tiga anak korban perkosaan oleh bapak kandungnya tersebut untuk lebih kooperatif saat hendak diperiksa oleh pihak kepolisian agar kasusnya bisa terang.
 
"Kami kesulitan menemui ibu korban, termasuk ketiga anaknya," jelasnya.
 
Sebelumnya kasus tersebut hingga saat ini masih belum dibuka secara resmi oleh pihak kepolisian. Kasus ini hanya dibuka dengan laporan model A, yang kemudian ditindaklanjuti dengan tim asistensi Mabes Polri.
 
Pihak kepolisian membuat laporan model A lantaran telah mendapatkan satu fakta baru atau temuan terkait jejak medis bahwa ada luka pada bagian vital ketiga korban perkosaan oleh bapak kandungnya tersebut. Sehingga, saat ini masih dilakukan pencarian fakta baru.
 
Meski laporan model A dibuat, namun penasehat hukum korban masih menganggap hal itu masih belum cukup. Menurut mereka kasus ini harus dibuka secara keseluruhan tidak hanya pada rentan waktu tertentu.
 
Wakil Direktur LBH Makassar, Azis Dumpa, mengatakan bahwa gelar perkara khusus tersebut bisa dilakukan seusai dengan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana. Di mana dalam peraturan tersebut pada pasal 33 tentang gelar perkara khusus bisa dilakukan asal memenuhi beberapa syarat.
 
Azis menjelaskan yang pertama adalah adanya permintaan dari orang yang berkonflik agar kasusnya dibuka kembali. Kemudian, menindaklanjuti perkara yang telah menjadi perhatian publik. Sehingga, menurutnya dua point tersebut sudah terpenuhi saat ini.
 
"Sekarang kami telah minta untuk dibuka kembali, waktu Juli 2020 lalu dan sekarang ini menjadi perhatian masyarakat makanya gelar perkara itu harus dibuka," katanya, beberapa waktu lalu.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif