Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha)
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha)

Pemkab Lembata Tetapkan KLB Serangan DBD

Nasional demam berdarah
Antara • 22 Januari 2020 13:00
Kupang: Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) peristiwa serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai marak melanda wilayah setempat sejak awal Januari 2020.
 
"Serangan penyakit DBD di Lembata sudah kami tetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan angka penderita penyakit yang terus meningkat dalam hitungan hari," kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, melansir Antara, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Dia menjelaskan warga setempat yang menderita DBD terus meningkat sejak memasuki Januari 2020. Mulai dari sekitar 30-an orang, kemudian meningkat hingga 43 orang pada Selasa, 21 Januari 2020 dan saat ini sudah tercatat 55 orang yang terserang DBD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, serangan penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus di daerah setempat mulai terdeteksi beberapa waktu lalu dengan adanya kasus bayi meninggal akibat DBD di wilayah Waikomo.
 
"Di Waikomo itu memang hulunya karena di situ daerah persawahan sehingga banyak genangan air, kemudian hilirnya di wilayah Selandoro, daerah pantai yang menjadi muara aliran air yang membawa serta sampah-sampah," ungkapnya.
 
Dia mengatakan menyikapi serangan DBD pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah hingga tingkat bawah bersama berbagai elemen untuk melakukan berbagai upaya pencegahan agar penularan penyakit tidak terus meluas.
 
Salah satu upaya yang diutamakan, lanjut dia, yaitu dengan mengintensifkan kegiatan pembersihan lingkungan setiap hari.
 
"Semua kecamatan, desa, juga kami imbau untuk menggencarkan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing untuk memastikan tidak ada sarang nyamuk berkembang biak," katanya.
 
Upaya lain, lanjut dia, dilakukan melalui pendekatan kearifan lokal seperti meminta warga menaburkan daun mimba pada genangan air atau menanam serai merah di lingkungan sekitar untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
 
Dia mengatakan, Dinas Kesehatan juga mengupayakan kegiatan pengasapan (fogging), namun tidak secara masif karena tidak bisa memberantas semua jentik-jentik nyamuk yang berkembangbiak dengan cepat.
 
Thomas menambahkan, pihaknya saat ini masih menyiapkan kajian terkait kondisi serangan penyakit DBD di daerah itu yang menurutnya bisa saja berubah status menjadi darurat bencana.
 
"Kami berharap penularan penyakit tidak terus meluas dengan berbagai upaya yang dilakukan tetapi kalau sampai darurat bencana tentu semua komponen akan digunakan untuk melakukan penanganan baik di wilayah yang terkena maupun tidak terkena bencana penyakit," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif