Mobil mewah yang hendak disita polisi. Foto: Istimewa
Mobil mewah yang hendak disita polisi. Foto: Istimewa

Polisi Diminta Tak Asal Sita Mobil Mewah

Nasional pajak kendaraan
Media Indonesia • 15 Desember 2019 17:26
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Polri tidak bertindak arogan dalam menegakkan hukum. Pernyataan ini menyusul penggeledahan yang diduga tak sesuai prosedur saat Polda Jawa Timur (Jatim) berupaya menelusuri keberadaan mobil mewah ilegal.
 
"Informasi ini saya dapat dari anggota klub yang mobilnya hendak disita. Si pemilik yang tengah berada di Jepang itu kaget mengetahui kendaraan miliknya akan dibawa paksa ke Polda Jatim. Padahal, mobilnya telah dilengkapi STNK," kata Sahroni, Minggu, 15 Desember 2019.
 
Setelah terjadi perdebatan, mobil mewah tersebut akhirnya urung dibawa oleh personel dari Reserse dan Lalu Lintas Polda Jatim. Meski begitu, Sahroni melihat hal itu sebagai arogansi aparat keamanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penegakan hukum terhadap penggelapan ataupun pidana lainnya silakan. Tapi, lakukan sesuai prosedur. Ada dua dugaan pelanggaran yang dilakukan personel Polda Jatim dalam peristiwa ini," kata politisi Partai NasDem itu.
 
Pertama, memasuki properti tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Aparat juga menggeledah tanpa dilengkapi surat penggeledahan. Kedua, kendaraan dilengkapi STNK. Artinya, bukan mobil selundupan.
 
"Setelah diperlihatkan STNK, personel Polda Jatim itu malah mau membawa mobil tersebut. Perilaku ini tidak baik dan tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat," kata Presiden Brotherhood Club Indonesia itu.
 
Sahroni meminta Polri tak bersikap apatis terhadap para pemilik mobil mewah. Ia meyakinkan para pemilik mobil mewah yang tercatat sebagai anggota klub untuk selalu melengkapi dokumen dan taat membayar pajak.
 
"Jangan karena melihat ada mobil mewah kemudian menduga hasil selundupan. Selidiki terlebih dahulu sebelum bertindak," kata Presiden Tesla Club Indonesia itu.
 
Polda Jawa Timur menyita sembilan mobil mewah diduga tidak taat administrasi dan pajak. Mobil mewah tersebut disita di Mapolda Jawa Timur, Surabaya.
 
Mobil mewah yang disita yakni empat Ferrari, dua McLaren, satu Jaguar, satu Mini Cooper, dan satu Lamborghini.
 
"Kaitannya dengan surat-surat resmi kendaraan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera melansir Antara, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Dia menerangkan mobil mewah yang disita berkaitan dengan penyelidikan dokumen resmi kendaraan mewah. Namun, Barung enggan memerinci pemilik mobil mewah tersebut.
 
"Mobil-mobil tersebut diduga tidak memiliki legal standing untuk berada di jalan milik publik, yaitu di jalan raya," kata dia.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif